Saat ini Rhaegar sedang berada di ruang kerjanya. Setelah menemui salah satu rakyatnya yang merupakan korban pemberontakan di Zaidor, dia memilih untuk menjernihkan sedikit pikiran membunuhnya. Jangan sampai iblis yang ada didalam dirinya keluar hanya karna masalah yang masih bisa diatasinya sendiri. Tokk ... Tokk "Masuk!" Perdana Menteri Mahathir. Ya, yang masuk adalah pamannya sendiri. "Ada apa paman kemari? Silahkan duduk paman." "Ada yang ingin saya bicarakan denganmu Rhaegar," ujar Mahathir seraya menarik kursi yang ada dihadapan Rhaegar dan duduk disana. "Apa yang ingin paman katakan?" tanya Rhaegar seraya melipat tangan diatas meja "Paman ingin mengatakan langsung pada intinya." Mahathir menjeda sejenak perkataannya, kemudian kembali berujar dengan lembut. "Apa yang kau la

