37

1359 Words

"Tunggu, Ariska, tolong katakan dengan jujur bahwa kamu tidak mencintaiku lagi, tolong katakan sekali saja." "Kamu ingin aku jujur?" tanyaku. "Iya, tanpa memperdulikan pemuda yang sedang berdiri dan menggenggam tanganmu." Dia nampak ingin mendekat tapi menahan langkahnya. "Sebenarnya aku masih mencintaimu tapi karena kau sudah begitu menyakitiku dan ditambah kau juga milik orang lain. Aku kemudian memutuskan untuk mengalah dan berdamai dengan perasaanku sendiri." "Bisakah kita ...?" "Tidak, tidak ada kesempatan kedua." Aku langsung menjauh pergi tanpa mau banyak bicara lagi. Roni mengikuti dari belakang dan masuk bersamaku ke dalam unit. Aku yang duduk di sisi tempat tidur hanya menghela napas pelan tanpa mau banyak bicara lagi. "Apa benar apa yang kamu katakan, kamu bilang bah

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD