"Assalamualaikum ...." Bunyi sapaan di pintu membuyarkan lamunan yang sejak tadi bergelayut di jendela bersamaku. "Mbak, itu Mas Roninya udah datang," ucap Irene. "Izinkan dia masuk," jawabku yang langsung menyongsong ke depan untuk menemuinya. "Wah, kamu cantik sekali dengan kebaya pastel itu," puji Roni memelukku. Teman dan Irene bersorak menggoda kami. "Terima kasih." "Bagaimana dengan bayi, apa dia 'anteng' hari ini?" tanyanya sambil mengelusi perutku. "Alhamdulillah, Mas." "Syukurlah. Persiapan bagaiamana?" "Lancar, tidak perlu ada yang dikhawatirkan," timpal Irene. "Alhamdulillah. Sebentar lagi rombongan datang, aku harap kamu tidak deg degan," ucapnya menggenggam tangan. "Ah, tidak, aku sudah biasa," jawabku tertawa kecil. Tak lama kemudian Irene datang dan memanggilku u

