Aku mendekat dengan langkah santai dan lebih anggun dari sebelumnya, dia menatapku dan sedikit mundur mencoba menghindari pertemuan kami. Kuhampiri ibu mertua yang terlihat gugup dan menelan ludahnya. Kuraih syal bulu-bulu yang pernah hits di tahun 90. Syal itu masih bergelayut di bahu wanita itu, kunaikkam hingga kain itu menutupi dadanya yang terbuka. Dasar memalukan, tak punya otak! Kebetulan pria yang sedang menggandengnya juga terdiam dan nampak paham betul apa yang sedang terjadi pada wanita tua paruh baya itu. "Aku permisi ya, Ce," ucapnya. Mama yang terlihat tidak rela menahan tangan brondongnya. "Jangan, nanti aja." "Mama, tolong tutup d**a mama, karena mengekspos bagian-bagian tertentu di usia yang sudah begitu matang, bukannya malah terlihat indah tapi memalukan," bisikku

