Hari itu aku tidak merasakan gejala apapun, hingga tiba-tiba aku merasa ada sesuatu yang pecah dan merembes di bagian bawahku, dan diri ini sadar bahwa tak lama lagi akan melahirkan. Karena panik dengan hal demikian aku langsung memanggil Mas Roni dan meminta dia untuk mengantarkanku ke rumah sakit. Suamiku yang masih dalam masa penyembuhan dan masih menggunakan tongkat ketika berjalan terlihat terkejut dan langsung berusaha mempercepat langkahnya ketika aku memanggil. "Mas buruan Mas, kayaknya aku mau lahiran," ucapku panik. Dia yang saat itu sedang duduk di balkon menikmati matahari pagi langsung bangkit dan mengambil tongkatnya, lalu bergegas menemuiku. "Apa yang kamu rasakan?" tanyanya cemas sambil memegangi perutku. "Aku mulai mulas," balasku. "Ayo ke rumah sakit," ajaknya. "A

