49

1004 Words

Lama setelah suamiku keluar dari rumah sakit dan berangsur pulih tak kudengar kabar atau usikan apapun dari keluarga Mas Arya. Beberapa kali polisi datang untuk memberi tahu jadwal persidangan namun aku tak begitu menanggapi karena memiliki banyak rutinitas dan beberapa hal yang harus kufokuskan. Tak terasa sudah satu bulan, di mana keputusan pengadilan menjatuhkan hukuman beberapa tahun untuk Arsitek tampan yang pernah jadi belahan jiwaku itu. Aku pun tak mau memikirkannya lagi, aku ingin fokus kepada Mas Roni dan bayi yang kini akan lahir beberapa minggu ke depan. Suami makin sehat, dan mertua juga amat perhatian padaku, jadi apa yang harus kurisaukan lagi. "Kapan HPL dari bayimu, Nak?" tanya Mertua yang dulu amat sombong dan pendiam itu. "Mungkin tiga Minggu, lagi, Mam." "Oh, bai

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD