Bab 3: Malam Berdarah dan Hutan Terlarang

1292 Words
Perjalanan di Bawah Bulan Darah Pukul 22.00. Kota Kabut Hitam telah diselimuti keheningan yang dingin, hanya diterangi oleh bulan sabit yang tampak memerah. Lau Fan, Luo Kang, Qing Mei, dan Bibi Ling bergerak seperti bayangan. Mereka membawa perbekalan paling penting dan beberapa artefak leluhur yang bisa dijual. "Jalur ini menuju ke Hutan Terlarang, Kepala Keluarga," bisik Luo Kang, menunjuk ke sebuah gerbang belakang yang jarang digunakan. "Itu jalur paling cepat keluar dari Kota Kabut Hitam, tetapi sangat berbahaya. Tempat itu dihuni binatang spiritual." Lau Fan, yang kini sudah merasakan aliran Qi Ranah Dasar di nadinya, merasa sedikit lebih percaya diri. Ranah itu masih lemah, tetapi jauh lebih baik daripada tubuh fana yang ia miliki kemarin. "Kita tidak punya pilihan," jawab Lau Fan. "Systemku menunjukkan bahwa energi spiritual di sana lebih padat, tempat yang sempurna untuk merekrut Kultivator Ranah Pondasi Inti tanpa memicu anomali yang mencolok." Tiba-tiba, Qing Mei berhenti, matanya yang tajam menatap ke balik bayangan pohon Ginkgo yang besar. "Kepala Keluarga, ada yang mengikuti. Dua puluh meter di belakang. Ranah Dasar." Lau Fan segera bereaksi, menarik napas tajam. Sial, Klan Xia secepat ini? "Luo Kang, maju terus bersama Bibi Ling. Amankan jalur. Qing Mei, kita hadapi mereka," perintah Lau Fan, suaranya rendah dan tegas. Ia tidak lagi terdengar seperti karyawan yang stress, melainkan seorang pemimpin muda yang tertekan namun tangguh. 2. Penyergapan dan Pengaktifan Skill System Lau Fan dan Qing Mei bersembunyi di balik tumpukan kayu tua. Tiga sosok berpakaian hitam muncul, aura mereka menunjukkan mereka adalah kultivator tingkat menengah dari Klan Xia. "Kepala Klan Xia benar," bisik salah satu penyergap. "Anak itu bodoh. Ia pikir bisa lolos dengan dua Kultivator lusuh." Lau Fan tahu ini bukan waktunya untuk bertarung satu lawan tiga, apalagi Qing Mei baru ditingkatkan bakatnya. Namun, ia punya kartu as. [System Peningkatan Bakat] yang ia gunakan semalam kini menampilkan opsi baru: [System Skill: Pembaca Aliran Qi (Tahap Fana) - Biaya: 5 Poin Keluarga] "Qing Mei, dengarkan aku. Begitu aku memberi sinyal, fokus pada pria di sebelah kiri. Aku akan mencoba mengacaukan aliran Qi mereka," perintah Lau Fan. Qing Mei bingung, tetapi kesetiaan mutlaknya pada Kepala Keluarga membuatnya mengangguk tanpa bertanya. "Sekarang!" teriak Lau Fan, secara mental mengaktifkan Skill baru. SREK! Di mata Lau Fan, dunia seketika berubah. Ia tidak lagi melihat bayangan, tetapi aliran energi biru muda yang mengalir di tubuh tiga penyergap itu. Ia bisa melihat Qi mengumpul di tangan mereka, siap meluncurkan serangan. [Skill Pembaca Aliran Qi Aktif: Anda dapat mengidentifikasi titik lemah konsentrasi Qi musuh.] Lau Fan melihat ada sedikit glitch dan stutter pada aliran Qi di pergelangan tangan pria di tengah—ia menahan serangan terkuatnya. "Qing Mei, sekarang!" Qing Mei melesat seperti anak panah, tetapi Lau Fan berteriak lagi, memberikan instruksi yang mustahil: "Bukan tangan! Serang tepat di samping lutut kanan pria itu! Hantam dengan Pedang Penghenti Aliran!" Qing Mei bingung, tetapi insting membawanya mengikuti perintah aneh itu. Ia mengayunkan pedangnya ke titik yang Lau Fan sebut. Secara teknis, serangan itu tidak mematikan. Namun, efeknya diluar dugaan. Pria di tengah itu seketika tersentak, Qi yang sudah ia kumpulkan di tangannya tiba-tiba meledak kembali ke dalam dirinya. BOOM! Bukan ledakan eksternal, melainkan ledakan internal yang membuat pria itu memuntahkan darah dan jatuh pingsan, Dantian-nya hancur. Dua penyergap lainnya terkejut dan panik. Mereka tidak mengerti mengapa rekan mereka tiba-tiba self-destruct (menghancurkan diri sendiri). "Kita diserang ilusi! Mundur!" teriak salah satu penyergap. Mereka berdua mencoba melarikan diri, tetapi Qing Mei, yang bakatnya sudah ditingkatkan, tidak memberi ampun. Ia menebas leher salah satu penyergap, darah memancar deras ke udara. Lau Fan, yang menyaksikan adegan intens itu, merasakan perutnya bergejolak. Ia baru saja menyaksikan pembunuhan secara langsung. "Bunuh... bunuh dia, Qing Mei," perintah Lau Fan, mencoba menahan rasa mual. Qing Mei mengejar penyergap terakhir. Pertarungan singkat berakhir dengan suara patah tulang. 3. Keputusan Kejam Seorang Pemimpin Qing Mei kembali, wajahnya dingin dan bersih dari rasa takut. "Tiga penyergap tewas. Semua ranah dasar. Tuan Muda, dari mana Anda tahu titik serangan yang begitu aneh?" Lau Fan tidak menjawab pertanyaan itu. Ia menatap mayat di tanah, lalu mengarahkan pandangannya ke interface System. [Selamat! Tugas Mendesak (Eliminasi Penyergap Klan Xia) selesai!] [Hadiah: Peningkatan 1 Level Ranah Kultivasi untuk Host! Lau Fan: Ranah Dasar (Level 1) → Ranah Dasar (Level 2)!] [Tambahan: Karena konflik menghasilkan pertumpahan darah, Host mendapatkan 1 Poin Misteri System.] Lau Fan merasakan Dantian-nya berputar, Qi-nya semakin padat. Kecepatan power-up ini gila. "Cepat ambil perbekalan mereka, Qing Mei. Kita harus menghilangkan jejak," perintah Lau Fan. Saat Qing Mei mencari barang-barang berharga, Lau Fan menatap mayat pria yang Dantian-nya hancur karena serangan yang ia arahkan. Ini adalah dunia yang kejam. Jika aku tidak membunuh mereka, mereka akan membunuhku dan klanku. Lau Fan merasakan hatinya mulai mengeras. Ia tidak lagi memikirkan etika karyawan kantoran. Ia memikirkan kelangsungan hidup klan. Luo Kang kembali setelah mendengar keributan. Ia terkejut melihat tiga mayat. "Kepala Keluarga! Apa yang terjadi?" "Klan Xia mencoba menyergap kita," jawab Lau Fan singkat. "Luo Kang, bakar mayat-mayat ini. Jangan tinggalkan bukti yang bisa mengarah pada Klan Lau." Luo Kang terkejut, tetapi ia melihat tekad yang kuat di mata Lau Fan. "Baik, Kepala Keluarga." 4. Titik Balik dan Hutan Terlarang Setelah menghilangkan semua bukti—sebuah adegan yang membuat Lau Fan hampir muntah—mereka berempat melanjutkan perjalanan, meninggalkan Kota Kabut Hitam yang diselimuti kabut darah. Tepat sebelum mereka memasuki Hutan Terlarang, Lau Fan menghentikan langkah. "Bibi Ling, Luo Kang, Qing Mei. Begitu kita masuk, jangan pernah keluar tanpa izinku. Siapa pun yang mencoba masuk tanpa izin akan dianggap musuh." Mereka mengangguk. Mereka menembus batas hutan. Udara seketika berubah. Pohon-pohonnya menjulang tinggi, menjebak sinar bulan di antara dedaunan. Lau Fan merasakan Qi di sekelilingnya jauh lebih padat daripada di kota. DING! [Peringatan System: Energi Spiritual yang cukup terdeteksi.] [Hadiah Login Harian Kedua siap direkrut. Rekrutmen Kultivator Ranah Pondasi Inti akan segera dimulai!] Lau Fan tersenyum tipis. "Kita akan merekrut di sini. Luo Kang, lindungi perbatasan. Qing Mei, bersiaplah untuk anomali Qi." Lau Fan menekan tombol rekrutmen. Energi spiritual di sekitarnya seketika tersedot, membentuk pusaran di udara yang memekakkan telinga. [Memproses Rekrutmen: Kultivator Ranah Pondasi Inti] Tiba-tiba, Lau Fan teringat log yang ia baca: System membutuhkan Sumber Daya Unik tingkat tinggi yang setara dengan PENGKHIANATAN TAK TERAMPUNI. Lau Fan menekan tombol Log System sekali lagi. [Log System: Poin Misteri System: 1] [Keterangan: Poin Misteri terkumpul dari peristiwa yang mengarah pada perubahan besar takdir. Dapat digunakan untuk memicu Event atau mencari Sumber Daya Unik.] Lau Fan merasa penasaran, dan ia menekan tombol [Cari Sumber Daya Unik] dengan 1 Poin Misteri. [Pencarian Sumber Daya Unik dimulai...] Layar System berkedip-kedip. Sebuah koordinat muncul, bersamaan dengan sebuah nama. [Sumber Daya Terdeteksi: Lokasi: Kota Kabut Hitam, Klan Xia. Target: XIA YUE (Putri Tertua Klan Xia). Status: Akan dikhianati dan dijadikan tumbal pernikahan dalam 24 jam.] Lau Fan mematung. Pengkhianatan Tak Terampuni yang dibutuhkan System adalah Pengkhianatan yang akan terjadi pada Putri Klan Xia! Pada saat yang sama, pusaran Qi di depan Lau Fan meledak, dan sesosok pria tinggi dengan jubah Kultivator emas muncul. Aura yang terpancar darinya begitu kuat hingga Lau Fan, Luo Kang, dan Qing Mei nyaris berlutut. [Selamat! Kultivator Ranah Pondasi Inti (Tahap 1) telah berhasil direkrut: YUN KAI, Sang Pedang Surgawi!] Yun Kai berlutut di tanah. "Hormat, Kepala Keluarga!" Lau Fan menatap Yun Kai, lalu kembali ke Log System. Hanya ada 24 jam. Klan Lau membutuhkan Sumber Daya itu. Aku harus kembali ke Kota Kabut Hitam dan menyelamatkan, atau memanfaatkan, Putri Klan Xia yang akan dikhianati. Lau Fan menyeringai, senyum Kepala Keluarga yang dingin. "Yun Kai," katanya. "Perintah pertamamu: lindungi Aula ini. Besok subuh, aku dan Qing Mei akan kembali ke Kota Kabut Hitam untuk melakukan rekrutmen yang lebih besar." Ia tidak menjelaskan. Yang ia tahu, untuk mendapatkan Sumber Daya Pengkhianatan Tak Terampuni, ia harus masuk ke dalam jantung konflik Klan Xia. -----
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD