Bab 17

1544 Words

Kisah percintaan kita bagaikan sebuah rantai. Walau berlubang dan terlihat rentan oleh orang lain namun nyatanya tetap kuat mengikat. Pagi-pagi sekali Ucca sampai di sebuah kota besar yang menjadi pusat dari negara Indonesia. Laki-laki muda itu nampak aneh dengan pemandangan di bandara ini. Bukan karena dia norak melihat hal baru, namun rasanya semua tidak familiar di kedua matanya. Seumur-umur baru kali ini dia menginjakkan kaki ke Jakarta. Kota besar yang sering kali disebut orang kejam dan tidak berprikemanusiaan. Kota yang bisa membuat kaya orang miskin dan bisa memiskinkan orang kaya. Kota yang penuh dengan segala keribetan yang ada hingga membuat Ucca malas datang kemari. "Kalau nggak karena ayam gue lepas, juga gue ogah ke sini." Gerutu bibirnya. Dia menarik sebuah koper kecil,

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD