Karena mencintai tak semudah melupakan, kecuali ada sebuah pelampiasan yang bisa membuatnya semua menjadi dadakan. Seperti tahu bulat. "UCCA GANENDRA!!!!!!" Bentak suara keras nan melengking itu di tengah para muda mudi malam minggu begini. Baik Ucca maupun Ami sama-sama tersentak. Keduanya kompak melihat dari mana asal suara tersebut. Ketika Ucca sadar dari mana suara itu berasal hatinya kejang-kejang seperti dentuman musik yang baru saja di mulai. Wajah laki-laki besar dan tinggi itu tidak main-main. Ada kilatan marah yang cukup besar di sana. Ucca tahu benar sebentar lagi laki-laki itu akan menyemburkan hawa panasnya. Seperti gunung yang akan meletus. "Jadi seperti ini kerjaanmu. Bilang akan mengerjakan skripsi? Apa yang Daddy lihat kamu sedang mengerjakan yang seksi-seksi,"

