Bab 9

1593 Words
Perempuan yang tak kau jadikan rusuk. Jangan sampai kau rusak kesempurnaannya. Setiap langkah kaki yang Ucca lakukan selalu diiringi dengan suara histeris para fans yang tergabung dalam USTAD. Alias Ucca Selalu Tuk kAmi Di sini. Kalangan USTAD bukan hanya dari perempuan-perempuan di kampusnya, tetapi di luar kampus yang begitu terkenal di daerah Bali ini juga ikutan gabung. Kadang para USTAD selalu mengadakan kopi darat. Saling mengenal satu sama lain. Dan saling support untuk kesuksesan Ucca. Yah apalagi kelulusan skripsinya yang masih gerak ditempat. Bayangkan saja, sejak turunnya proposal untuk mahasiswa dalam membuat skripsi. Ucca belum juga ketemu judul yang cocok. Bagi Ucca judul untuk skripsinya seperti hilal di bulan ramadhan. Ditunggu-tunggu dan harus diteropong dari segala tempat. Tapi yang namanya juga nasib, mungkin belum jalannya mulus dalam menyelesaikan skripsinya. Ada saja gangguan. Entah dari keluarga, teman rasa pacar, dan dosen yang rasanya kurang ajar!!! Seperti pagi ini, Bu dosen yang sering dipanggil Ayam ini menghubungi Ucca untuk mengajaknya bertemu. Katanya sih ada bahan bagus yang akan dia berikan agar membantu skripsi Ucca. Entah bahan apa. Ucca agak ragu sama perempuan satu ini. Terlihat begitu tenang namun mampu buat Ucca blingsatan. Apalagi gombalannya itu, walau membuat Ucca ingin muntah. Tapi kadang membuat Ucca geli sendiri dibuatnya. Kok ada ya manusia kayak Ayam ini. Biasanya kan perempuan itu malu-malu. Eh, ini mah malu-maluin yang ada. Ketika Ucca sampai di depan sebuah pintu ruangan berwarna cokelat, Ucca menarik napas sejenak. Apalagi kira-kira yang akan dibuat oleh dosennya ini. Jangan sampai Ucca terlena dan lupa pada fokus utamanya. Bisa makin lama impiannya tercapai. Dan bisa makin lama menjemput Sheen dari rumah ibunya. "Selamat pagi," salam Ucca ketika pintu itu terbuka. Ruangan itu kosong. Hanya wangi semerbak dari si Ayam yang tertinggal di sini. Lalu kemana perginya Ayam? Bukannya tadi dia yang meminta Ucca datang ke sini. Kedua manik mata Ucca melirik isi seluruh ruangan. Begitu tenang dan bersih. Wah, sepertinya Ayam adalah tipe perempuan yang mencintai kebersihan. Sama lah dengan Ucca. Dia juga benci sama sesuatu yang kotor dan juga bau. Padahal kalau di agama Ucca, kebersihan itu sebagian dari iman. Tapi sekarang semua orang seakan lupa dengan slogan itu. Yah mau bagaimana lagi, fokus utama manusia jaman sekarang. Kepuasan. Entah itu dalam bentuk harta, tahta atau wanita. Yang jelas, mereka sibuk mengejar kepuasan semu itu. Kepuasan kok dikejar? Memangnya mau pergi kemana dia? Batin Ucca. Karena merasa tidak ada siapa-siapa di dalam ruangan itu, tubuhnya berbalik. Namun hampir saja dia terjengkang ke belakang. Melihat dosen seksinya berada tepat dihadapannya dengan gaya yang.. Beuuhh.. Buat tubuh Ucca panas dingin.          Ucca ini keturunan Kara apa keturunan dispenser sih? Kok bisa panas dingin baru ketemu Ayam saja. "Kenapa?" Tanya Ayam santai. Tubuh molek khas baju-baju kekurangan bahan berusaha melewati tubuh Ucca untuk masuk ke dalam ruangan. Sudut bibirnya tertarik tinggi. Dia sadar Ucca menahan napas ketika tubuhnya melewati laki-laki beranjak dewasa itu. Tapi sungguh, Ami suka sekali melihat kondisi Ucca yang tertekan dengan banjir keringat. "Sudah dari tadi?" Tanya Ami memecah kebisuan Ucca. Ucca menggaruk kepalanya salah tingkah. Bergerak seperti laki-laki dalam model cerita yang kepergok mengkhayal lawan mainnya. Tapi namanya Ucca yang minim pengalaman dengan lawan jenis, dia tidak tahu harus melakukan apalagi. Mungkin berbeda jika yang diposisinya adalah Kara, pasti laki-laki itu akan mengeluarkan segala jurusnya untuk merayu lawan jenisnya. Tapi please.. INI UCCA. Hanya seorang laki-laki biasa yang begitu mengagumi perempuan. "Ucca.." Panggil Ami lagi. Langkah kaki Ucca terasa berat untuk memasuki ruangan itu. Tubuhnya bergetar hebat seperti getaran ponsel yang harganya hanya ratusan. Please deh jangan tertawakan reaksi tubuh Ucca. Dia juga bingung kenapa bisa seperti ini. Dengan s**u dia normal-normal saja. Walau s**u buat dia gila karena berulang kali menahan hasratnya. Namun dengan dosen Ayamnya ini, Ucca merasakan banyak hal berbeda digabungkan menjadi satu. Kayak Indonesia gitu. Banyak pulau tapi satu kesatuan. Walau sekarang pikirannya sudah tidak satu lagi. Namun harusnya semua warga Indonesia ingat satu slogan yang sering muncul di televisi. Boleh ceplas ceplos asal jangan adu jotos. Bercerai kita ngos, bersatu kita ke KUA. Kalau udah ada KUA. Maunya sama yang janda-janda aja.. Batin Ucca. "Ini yang mau saya kasih ke kamu," ucap Ami memecahkan lamunan Ucca. Setumpuk berkas entah berasal dari mana Ami berikan kepada Ucca. Wajah perempuan itu sangat serius seperti keseriusan Ucca untuk mengejar sarjana. Tidak ada gombalan seperti biasanya. Tidak ada petuah. Apa mungkin Ami sudah tobat untuk menggoda Ucca? "Semuanya, bu?" "Iya, kamu bisa baca dulu. Siapa tahu dengan ini jalan kamu mengejar SARJANA dengan cepat bisa terwujud," Hati Ucca berbunga-bunga. Ahh.. Akhirnya dosen anehnya ini mendukungnya lahir batin untuk mengejar sarjana. "Sudah, kamu bisa keluar. Saya ada rapat habis ini," tutup Ami cepat. Ucca masih tersenyum manis. Tidak apa-apa dia diusir dari ruangan. Asal tidak diusir dari tempat sidang nanti. Dengan sedikit mengangguk, Ucca keluar. Membawa serta beberapa berkas yang dimasukkan ke dalam sebuah map besar. Kini semangatnya mengejar sarjana bangkit lagi. Dia akan buktikan kepada semua orang bahwa anak yang terlahir dari keluarga perceraian tidak selamanya berakhir derita. Ucca bisa jamin itu. *** Ucca hampir saja tersedak minumannya kala s**u merangkul lehernya dari belakang. Perempuan seksi itu memeluk erat leher Ucca dengan kedua tangannya. Ditambah lagi tubuh s**u menempel pada punggung Ucca hingga pegunungan indah milik s**u terasa begitu dekat. Seperti sebuah film, 5CM. Hahaha. Dasar Ucca. Sama saja seperti laki-laki lainnya. Dikasih yang empuk-empuk malah jadi keras. "Ucca.. Pejantan tangguh gue. Kangen nih," histeris s**u. Beberapa mahasiswa yang ada di sekitarnya mulai kembali berbisik-bisik melihat kedekatan s**u dan Ucca. Ah, ini bukan lagi gosip baru. Di kampus yang besar ini, s**u dan Ucca sudah menjadi artis top papan pengumuman di BEM. Entah itu gosip s**u yang menjadi kekasih terkental milik Ucca. Sampai ada yang menggosipkan kalau s**u dan Ucca udah sama-sama cocok untuk saling colok. Gila memang gosip jaman sekarang. Terlihat sederhana tetapi mematikan. "Apaan sih lo, Su." Ucca menarik tangan s**u untuk duduk di sampingnya. Perempuan itu tertawa geli melihat wajah Ucca memerah. Yaelah Ucca, dasar laki-laki minim pengalaman. Baru digesek aja udah salah tingkah. "Uhh.. Baper ya. Makin ganteng lo kalau baper," goda s**u. Matanya melirik map besar yang berisi berkas Ucca diatas meja. Awalnya dia ingin tertawa, namun ketika Ucca mulai bersuara s**u memilih diam. Mendengarkan segala keluh kesah sahabatnya itu. "Su, lo tahu." "Nggak, kan lo belum kasih tahu," ucap s**u polos. "Gue serius, elah!!!" "Iya, gue tahu lo serius. Kenapa sih beib. Sini deket-deket s**u," ucapnya sedikit ambigu yang Ucca dengar. Apa maksudnya dekat-dekat s**u? s**u yang mana dulu? "Yee.. Lo malah piktor. Katanya mau curhat. Buruan. Tarif gue mahal," sembur s**u sambil mempelototi Ucca.         "Lagian lo mancing-mancing gue mulu. Kan lo tahu, laki-laki paling suka dipancing," kekehnya geli. Lalu tak lama raut wajah serius yang dia tampilkan kembali. "Kenapa ya Su, giliran gue nyerah eh keadaan seakan mendukung gue," gumam Ucca. "Maksud lo?" "Gue nyerah buat lulus cepat. Tapi tiba-tiba gue nggak bisa lihat Sheen menderita. Jadinya seakan keadaan mengenaskan dia jadi buat gue semangat lagi. Terus tadi juga si Ayam," "Ayam?" Ulang s**u kaget. "Iya, dosen kayak Ayam itu. Dia pagi-pagi hubungin gue," "Terus.. Terus.." "Sabar s**u. Nggak sabaran banget lo," Susu mendengus kesal. Dia melirik kembali setumpuk berkas di dalam map itu. Ternyata tebakannya terjawab. Ini pasti dari Ayam, batin s**u. "Tadi Ayam kasih gue bahan buat skripsi. Dia bilang gue harus semangat kejar sarjana gue. Tapi kok gue aneh ya sama dia. Kadang dia baik, kadang dia..." "Lo baperan sih. Jangan pikir yang macem-macem," potong s**u cepat. Dia menarik map tersebut, lalu mencoba melihat isi berkas di dalamnya. Pada lembar pertama yang ada di dalam map tersebut ada judul kejar SARJANA sampai lemas. Judul yang buat s**u merasa aneh membacanya. Memang s**u belum memulai skripsinya. Tapi masa iya, mahasiswa harus mengejar sarjana sampai lemas. Memangnya sarjana itu ayam. Yang dikejar-kejar sebelum dipotong. "Lo yakin nggak gue bisa kejar sarjana gue?" Tanya Ucca perlahan. Gerakan s**u terhenti. Dia membalas tatapan Ucca disampingnya. Tanpa menunggu lama, s**u mengangguk. Pasti dia yakin Ucca bisa. Walau mereka berteman belum puluhan tahun, tapi dia tahu laki-laki seperti apa sosok Ucca ganendra ini. Dia bukan laki-laki alim nan sempurna. Dia juga bukan laki-laki yang sukanya menggoda. Tapi dia hanyalah seorang Ucca. Kakak dengan segudang adik yang terkadang perlu dicintai. Akhh.. Ucca. Andai kekuatan cinta bisa mengalahkan segalanya. Mungkin.. Ini baru mungkin loh. Bisa saja s**u dan Ucca bersama dalam status yang berbeda. Maksudnya naik satu tingkat gitu, dari sahabat jadi 'teman akrobat'. Paham kan maksudnya? "Gue yakin lo bisa kok. Masa lo nggak yakin sama diri lo sendiri. Jangankan bisa sarjana. Bisa buat gue terlena aja gue yakin," kekeh s**u. Ucca refleks menggetok kepala sahabatnya itu. s**u kalau bicara suka bener. Kan Ucca jadi senang kalau tahu s**u bisa terlena dengan semua perlakuan Ucca. "Su..." "Apa sih, Sa Su Sa Su terus..." "Galak banget sih lo," balas Ucca kesal. Dia melirik s**u dengan tatapan berbeda. s**u dengan segala keanehannya buat Ucca mendadak terluka. Terluka disaat s**u menikah nanti pasti mereka tidak bisa sedekat kolor dengan isinya lagi. "Su..." "Kenapa sih Ca, kangen bilang. Jangan cuma PHPin cewek aja. Panggil-panggil nama gue eh yang disebut waktu ijab kobul bukan nama gue. Kan baper guenya!! Lagian nih Ca, lo tuh sahabat gue bukan sih? Setiap saat gue selalu kasih masukan positif ke lo. Tapi balesan lo apa? Masukin gue sampai positif." Sembur s**u tanpa ampun. Ucca melotot kesal. Maksudnya apa coba masukin sampai positif? "Mulut lo Su, pengen banget gue kasih sabun sirih punya Mama Ora. Biar rapet. Nggak nyinyir terus!!!!" Maki Ucca keras. Tapi yang namanya s**u, dia hanya tertawa sambil terus sibuk membuka lembaran berkas dari si Ayam. Namun pada lembaran ke 5 isi berkas itu berbeda dengan lembaran-lembaran sebelumnya. Dimana ada foto si Ayam di sana dengan sebuah kalimat yang buat tawa s**u memudar.         "Aku bukan perempuan yang lemah yang bisa kamu sepelekan. Tapi aku adalah SARJANA yang akan kamu perjuangkan." "Ca, apa cuma gue yang nggak tahu dosen itu ada main sama lo?" Gumam s**u pelan. Sepelan hatinya yang tiba-tiba saja retak lalu hancur berserakan. ____ Continue Taplove dan komen kalian sangat aku harapkan.. Jangan lupa follow jejaring sosialku Wattpad : Shisakatya Instagram : Shisakatya Youtube : Shisakatya Twitter : Shisakatya
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD