Gio Berbeda

1448 Words

Setelah seminggu dirawat akhirnya Gio diperbolehkan untuk pulang. Mentari cukup lega sekarang karena kondisi Gio semakin membaik. "Ma, Gio kapan sekolah?" tanyanya sembari menikmati sereal dan juga s**u coklat yang baru Mentari siapkan untuknya. "Lusa saja ya sayang," sahut Tari. Awalnya Gio hendak mengangguk sampai- "Kalau besok saja, apa tidak boleh ma?" Mentari tersenyum kemudian mendekat sembari mengusap kepalanya, "Kan Gio baru pulang nak." Ia mencoba memberi pengertian. "Tapi Gio bosan ma," keluhnya. "Iya sabar ya sayang, lusa Gio sekolah," Akhirnya meski wajahnya sedikit ditekuk Gio menurut. Mentari tau anaknya itu sangat bosan, ia membutuhkan teman untuk bermain. Namun Mentari juga tidak inGin memaksakan kondisi Gio, ia masih khawatir bila nanti Gio malah drop kembali. Su

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD