Memantaskan Diri

1656 Words

Ardan mengusap wajahnya, seharusnya ia tidak pergi ke tempat yang membuatnya uring-uringan seperti sekarang. Kepalanya terasa penuh, tetapi ia tidak tau apa yang sedang memenuhi otak dan perasaannya. Bahkan untuk memejamkan mata dirinya tidak bisa. "Apa sebenarnya yang aku pikirkan?" heran Ardan. Ia mengangkat tubuhnya dan menyandarkannya ke kepala ranjang. Ardan sendiri heran, jika ia khawatir kepada Ayana itu tidak mungkin sebab keadaan Ayana kini telah membaik. Ardan juga sudah menjenguknya dan mengajaknya bermain di apartemen Bella kemarin siang. Ya, Ayana tidak sampai dirawat. Hari itu juga ia diberi obat dan boleh dibawa pulang, bebeda dengan Gio yang hingga kini masih berada di rumah sakit. "Tidak, aku tidak mungkin mengkhawatirkan anak itu. Memangnya dia siapa?" Ardan menggelen

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD