Bab 35

1391 Words

“O—Om, maaf! Kania harus segera dibawa ke rumah sakit! Tolong, nanti saya akan jelaskan, tapi sekarang kita gak ada waktu!” kata Gio, wajahnya pucat, suaranya penuh kepanikan dan permohonan. “Astaga, Kania kenapa?!” teriak Rani begitu melihat kondisi putrinya yang lunglai dalam dekapan Gio. “B—Bunda,” suara Kania hampir tak terdengar, wajahnya semakin pucat, napasnya terengah-engah. Tanpa pikir panjang, Rani segera menepuk lengan suaminya. “Ayo, cepat! Jangan ribut dulu, Gio cepat bawa Kania ke rumah sakit!” Reno masih menatap tajam, wajahnya keras seperti batu. Namun saat melihat putrinya menahan sakit begitu parah, pertahanannya runtuh. Ia hanya bisa menggertakkan giginya, lalu berlari mengekor di belakang. Gio mengangguk singkat, lalu langsung berlari keluar sambil menggendong Kani

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD