Bab 14

1065 Words

"Kamu keren bangettt!" seru Kania sambil mengacungkan dua jempol tinggi-tinggi, matanya berbinar penuh kagum. Sorot lampu klub yang berwarna-warni memantul di bola matanya, membuatnya terlihat semakin hidup. Membuat Gio terkekeh santai, menyandarkan satu tangan di sandaran sofa. “Dari lahir, aku udah keren!” jawabnya sambil mengangkat dagu sedikit, memamerkan gaya percaya dirinya yang khas. “Dihh langsung gede kepala!” balas Kania, pura-pura manyun. Tapi ujung bibirnya tak bisa menahan senyum, dan akhirnya mereka berdua tertawa bersamaan, tawa yang terdengar ringan di tengah dentuman musik. Gio sedikit memiringkan kepala, memperhatikan wajah Kania yang memerah karena suasana riuh dan mungkin sedikit gugup. “Kamu mau minum?” tanyanya, nadanya hangat dan tak terlalu keras, menyesuaik

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD