“Gi, lo ngerasa ada yang aneh gak sih sama Indra?” tanya Arsya tiba-tiba, suaranya berat namun hati-hati. Ia meraih bungkus rokok di meja kecil samping Gio, menarik sebatang, lalu menyalakannya. Ujung api dari korek menyala, memantul di wajahnya yang tampak serius dan penuh keraguan. Gio mengernyit, kepalanya menoleh setengah, menatap sahabatnya itu. “Aneh? Maksud lo?” suaranya datar, tapi tatapan matanya menyiratkan rasa ingin tahu bercampur ketidakpercayaan. Arsya menyesap rokoknya dalam-dalam, lalu perlahan menghembuskan asap putih ke udara. Kepulan asap itu membentuk kabut tipis di gazebo kecil itu, menambah suasana jadi makin tegang. “Sebenernya gue udah ngerasa ada yang aneh dari dulu, Gi. Tapi gue gak berani ngomong sama lo.” Dahi Gio mengerut makin dalam. Jemarinya mengetu

