Akibat Dari

1109 Words

"Jangan ada air mata kesedihan, Sayang. Maafkan, Kang Fairel, ya." Zhaira masih menangis. Tubuh gadis itu bergetar. Fairel membiarkan istrinya tenang lebih dulu. Setelah cukup tenang, Zhaira melepas pelukan Fairel. Zhaira menatap dua bola mata Fairel. Sedangkan Fairel setia menanti ucapan Zhaira. Dengan satu tarikan napas, Zhaira berucap, "Siapa wanita itu?" "Wanita? Apa maksud kamu, Sayang?" Dahi Fairel berlipat bingung. Zhaira terisak. Memalingkan wajah ke arah lain. Membuat Fairel semakin tak mengerti dengan apa yang Zhaira maksud. Fairel menarik pelan dagu Zhaira dan tangan yang satunya mengusap lembut bahu gadis itu. "Wanita yang mana? Akang nggak ngerti sama apa yang kamu katakan, Sayang." Zhaira menatap ponselnya lalu melangkah mengambil benda pipih itu. Fairel ikut berja

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD