Bab 37. Dia Juga Sama

1226 Words

“Tidak apa-apa kita bicara di sini kan, Nyonya Rebecca?” tanya Edeline yang cukup tidak enak hati mengajak Rebecca ke ruangannya. Mereka duduk di meja kerja—di mana sebuah meja menjadi pemisah bagi keduanya yang duduk saling berhadapan. “Malah ini lebih baik. Kau bisa dimarahi karena aku menculikmu di waktu kerja,” gurau Rebecca sembari tertawa lemah. Edeline ikut tertawa, sikapnya itu bertolak belakang dengan jantung yang berdebar takut, karena terlalu mencuri-curi waktu saat bekerja. Dia takut akan tertimpa masalah baru, setelah kemarin dirinya menjadi buah bibir dari rekan-rekan kerja. Sejujurnya Edeline cukup berat mengabulkan permintaan Rebecca. Namun, jiwa Edeline tertarik pada Rebecca yang menatapnya penuh harapan tidak ada penolakan. Wanita itu seolah ingin menyampaikan sesuatu

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD