Keheningan membentang akibat keterkejutan yang menyelimuti. Edeline membeku di tempatnya. Dia menganggap bahwa apa yang dia dengar ini adalah sebuah kesalahan, tapi itu tidaklah mungkin. Apa yang dia dengar ini sangatlah jelas. Tidak mungkin salah. “A-anda dan Dokter Elvis pernah hampir menikah?” ulang Edeline memastikan. Rebecca mengangguk. “Ya, dulu Elvis adalah tunanganku. Dia pernah menjadi pria yang aku cintai di masa lalu. Tapi pernikahanku dan Elvis batal karena ulah saudari tiriku yang sangat menyukai Elvis.” Dia membuka lembaran kelam yang tidak diketahui oleh banyak orang. Edeline tampak bijak menyikapi lewat dirinya yang tidak mengeluarkan pernyataan yag menjurus pada sikap tak sopan. Dia menunggu sampai Rebecca menyelesaikan sendiri ceritanya. “Singkatnya saudari tiriku

