8~A Mafia Obsession

935 Words
Hari ini Fania dengan bersemangat berjalan - jalan di sekitar mansion. Bahkan semalam tidur nya terasa sangat nyenyak dan pagi ini bibir nya tak pernah berhenti menyunggingkan sebuah senyuman. Hari ini Breanch sudah pergi. Bahkan dari semalam lelaki bermata Amber itu sudah berangkat ke bandara. Dan pagi ini Fania akan kembali mencari cara keluar dari mansion ini. "Nona, sepertinya anda sangat senang pagi ini." ucap Seila, membuat Fania yang berjalan di depan, berhenti lalu berbalik menatap Seila. Bahkan pancaran binar - binar kebahagian terpancar dari kedua bola mata hitam pekat nya. "Benarkah ? Apa sangat terlihat jika aku sangat senang ?" Seila menganggukan kepala nya dengan senyuman tipis. Fania berjalan mendekat, menggengam kedua tangan Seila dengan lembut. "Terimahkasih untuk beberapa hari ini, Seila. Kau sangat baik padaku." Fania melepas salah satu tangan nya lalu mengelus rambut coklat milik Seila. Menarik nafas dalam - dalam, Fania kembali berbicara "Kau masih sangat muda tapi, kenapa kau sudah bekerja di sini ? Bukankah seharus nya kau sedang belajar ?" Seila menampilkan senyuman nya yang lebar, membuat senyuman itu ikut menular kepada Fania. "Tidak apa - apa nona. Saya senang melayani nona." "Kau sangat baik. Aku senang bisa mengenalmu. Kau seperti sesosok adik yang kuinginkan." Dan ucapan itu mampu membuat Seila tersipu malu dan merona bahagia. "Terimahkasih nona." "Cukup sampai di sini Seila. Aku akan kembali kekamar sendiri, kau bisa kembali bekerja. Maaf membuatmu menemaniku kembali berkeliling mansion, aku masih belum begitu hafal dengan mansion ini." Ucap Fania tepat saat mereka berdua akan menaiki tangga, untuk kembali mengantar Fania kedalam kamar yang di tempati nya. "Tidak masalah nona. Saya akan senang jika nona selalu memanggil saya untuk melakukan sesuatu untuk nona." jawab Seila dengan kepala yang menunduk. Fania tersenyum mendengar jawaban Seila, gadis berumur 16 tahun yang selama beberapa hari ini banyak membantu diri nya. "Sepertinya itu akan merepotkanmu. Tapi, jangan khawatir aku tidak akan merepotkanmu lagi. Dan jangan lupa jaga kesehatanmu Seila." Bagi Seila kalimat itu terdengar ambigu di telinga nya, seola - olah Fania sedang menyampaikan pesan tersembunyi untuk nya. "Sekali lagi Terimahkasih untuk semua nya." sambung Fania sebelum berbalik berjalan naik ke atas, meninggalkan Seila yang menatap nya dari bawah tangga. Setiba nya di dalam kamar yang sudah di tempati nya beberapa hari ini, dengan cepat Fania berjalan menuju balkon kamar dan kembali mengamati situasi di bawah. Sekarang waktu yang sangat tepat untuk nya melarikan diri dari sini. Tepat saat jam makan malam dirinya akan keluar melalui pintu depan, tapi bukan sebagai seorang perempuan yang di jadikan tahanan oleh Breanch atas uang yang di pinjam oleh ayah nya. Melainkan sebagai seorang pelayan. Ya, Fania akan menyamar menjadi seorang pelayan. Setelah mengambil salah satu pakaian pelayan yang di ambil nya semalam di ruang cuci. Melihat situasi aman. Fania kembali berjalan ke dalam lalu menunduk ke bawah kolong tempat tidur. Di sana terdapat sepasang pakaian pelayan yang di sembunyikan nya, yang akan membantu nya untuk pergi dari mansion ini. Dengan cepat Fania mengambil pakaian tersebut keluar dari bawah tempat tidur lalu mengganti pakaian nya. Tinggal beberapa menit lagi jam makan malam dan itu berarti Seila akan kembali naik untuk memanggil nya makan malam. Semua nya sudah tertata rapi, sekarang tinggal menjalankan seperti yang di rencanakan nya. Dan tepat saat Fania sudah siap bersamaan dengan diri nya selesai mengikat rambut, dengan cepat diri nya berjalan menuju pintu lalu membuka nya dengan jantung yang berdegup kencang. Padahal kali ini usaha pelarian nya akan berhasil dengan persentasi 80% dan kegagalan 20% jika diri nya bergerak dengan lambat. Di banding dengan usaha pelarian diri nya yang awal dengan kegagalan yang pasti 75%, di tambah saat itu Breanch masih ada di dalam kota ini. Tapi sekarang lelaki bermata amber itu sedang tidak ada di kota ini dan itu lebih memungkin kan untuk dirinya berhasil. Fania berjalan turun melalui tangga dengan cepat, takut seseorang melihat nya baru saja turun dari atas. Karena semua pelayan tidak bisa naik ke atas hanya jika ada keperluan mendesak atau waktunya untuk membersihkan lantai atas dan ini bukan lagi waktu untuk membersihkan. "Tunggu." Fania yang baru saja turun dari tangga dan baru akan berjalan, seketika mematung dengan keringat dingin mendengar seseorang menyuruh nya berhenti. Fania berusaha terlihat baik - baik saja, tanpa mengangkat wajah nya untuk menatap pengawal yang baru saja memberhentikan diri nya. "Sedang apa kau dari atas ? Kau juga seperti nya belum pernah terlihat di sini. Siapa kau ? Kau yakin kau seorang pelayan di sini ?" Saat tangan lelaki tersebut akan menyentuh nya untuk menatap wajah Fania, dengan cepat Fania berdehem dan mundur selangkah. Membuat pengawal tersebut memicingkan mata nya curiga dengan tingkah laku pelayan di depan nya. "Sa-Saya. Saya pelayan baru di sini. Dan Seila menyuruh saya untuk memanggil nona Fania untuk turun dan makan malam, tetapi saya sedikit tersesat." jelas Fania dengan gugup. "Kau terlihat gugup." ucap pengawal tersebut dengan mata yang memicing mencurigakan. "Tunjukan wajahmu." Kali ini Fania tak bisa untuk terlihat biasa - biasa saja, saat diri nya akan tertangkap. Saat Fania tak menggubris ucapan dari pengawal tersebut, pengawal tersebut berjalan mendekat ke arah nya. Dengan cepat Fania berbalik lalu berlari. Melihat keadaan semakin sulit saat pengawal tersebut berteriak - teriak menyuruh nya berhenti. "HEI, BERHENTI ! KU BILANG BERHENTI !" Dengan sekuat tenaga Fania berlari. Tidak ada waktu bagi nya untuk berhenti. Jika tidak kesempatan nya kali ini akan lepas. Fania hanya ingin pulang ke Apartement sederhana nya, mengapa begitu sulit ? Melihat jalan keluar nya sudah ada di depan mata. Dengan cepat Fania menaikan kecepatan berlari nya tidak memedulikan suara derap langkah kaki di belakang nya yang terdengar semakin banyak. Tidak peduli apapun, diri nya harus pergi dari sini.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD