Matahari telah berlalu, digantikan dengan gelapnya malam. Aliza tak henti berjalan ke sana ke mari, melewati jendela agar ia tetap bisa mengawasi keadaan di luar bangunan. Matanya tak bosan memperhatikan halaman depan bangunan itu, merasa khawatir dengan ucapan Rustam tadi. Rustam entah di mana, tidak ada datang lagi. Jelas, Aliza tidak mengonsumsi minuman atau makanan apa pun sejak dirinya ada di sana. Ada dua pria yang merupakan suruhan Rustam di luar, sedangkan dua pria yang lainnya ada di dalam bangunan. Terkadang mereka berkeliling seolah sedang memeriksa tempat itu. Keberadaan mereka seolah sedang menjaga Aliza agar tidak kabur dan Aliza menyadari hal itu. Yang Aliza khawatirkan adalah Rustam yang akan membawa seorang dokter untuk mengeluarkan bayi dalam perutnya. Terkesan konyol

