Btari: Kecewa (2) "SAH!" Satu kata itu diucapkan serempak oleh orang-orang hingga memenuhi tempat berlangsungnya ijab kabul dilaksanakan. Aku menunduk, mengangkat dua tangan ikut berdoa setelah ijab kabul selesai diucapkan dengan begitu lantang dan lancar oleh Abang. Diam-diam aku menangis, bukan karena sedih, tetapi dadaku dipenuhi dengan rasa haru begitu mendengar suara lantang Abang saat ijab kabul tadi. Ibu berbisik di sampingku, memberitahuku untuk mencium punggung tangan Abang. Malu-malu aku mengangkat kepala, sepasang mataku tertuju kepada sosoknya yang tidak pernah lelah untuk terlihat tampan. Kucium punggung tangannya, kemudian Abang mencium keningku cukup lama hingga dihadiahi sorakan dari orang-orang yang hadir, khususnya teman-teman kami. Abang melepaskan ciumannya lalu m

