Btari: Bisa Dipercepat, Nggak? Entah aku harus tertawa atau malah kasihan sama Abang. Karena hari pernikahan kami semakin dekat, kira-kira kurang dari tiga hari? Ya segitulah. Abang cemberut berat setelah kemarin Ayah dan Ibu mengatakan supaya anak sulung mereka tinggal di rumah Om dan Tante lebih dulu. Di Surabaya, aku dan Abang jelas tinggal di rumah yang sama. Berhubung kami akan menikah, Ayah dan Ibu mengatakan rasa-rasanya kurang enak saja. Kan, istilahnya mau dipingit, masa iya masih tinggal satu atap sih? Aneh, dong? Sejak dua hari lalu Abang membawa beberapa perlengkapannya untuk tinggal di rumah Om dan Tante—saudara dari Ibu yang juga tinggal di Surabaya. Selama dipingit, pun, kami nggak boleh ketemu sampai hari H. Paling cuma lewat telepon atau video call sekadar mengobati

