Hanya dari luar jendela, Attar bisa melihat pria yang terbaring lemas diatas brankar dengan bantuan alat pernafasannya. Dan tatapannya juga mengarah ke wanita yang duduk disamping pria yang tengah terbaring di brankar. Wanita itu menangis seraya menggenggam tangan pria itu. Hatinya juga ikut teriris melihat semua itu. Attar kira, dengan senyuman tadi yang berhasil terbit di wajah Maura, wanita itu tidak akan sedih lagi. Tapi ternyata tidak. Pantas Maura sampai menangis seperti itu ketika melihat cinta pertamanya dipasangi alat-alat itu di tubuhnya. Karena sejatinya seorang ayah bagi anak perempuan itu berarti sebagai cinta pertamanya. "Ngga masuk Tar?" tanya Ciko yang sudah berdiri disamping Attar. "Mas sendiri ngga masuk?" tanya Attar balik. Ciko tersenyum sejenak. "Gue udah tadi pe

