♡Bagian 34♡

1114 Words

Ketika masuk ke dalam ruangan adiknya, Ciko tidak melihat batang hidung pria yang tadi bersama Maura. Tadi ketika dirinya mau menyusul Maura, Attar mengiriminya pesan jika Maura sudah kembali ke ruangannya. Tapi pria itu tidak mengatakan jika sudah pergi dari sana. "Ra, Attar ke mana?" tanya Ciko yang langsung menduduki kursi disamping brankar Maura. "Aku suruh pulang Mas," sahut Maura tanpa menolehkan kepalanya. "Loh, kenapa? Dia katanya mau nginep loh di sini." Maura diam saja tidak menanggapi perkataan Ciko. Matanya masih asik memandangi langit kamarnya. Tapi fikirannya berkelana ke tiga tahun yang lalu. Bahkan mengingat ceritanya saja Maura sudah malas. Dulu dia pernah dikecewakan dengan seorang pria yang sama persis seperti Attar. Menawarkan pundak untuknya. Tapi dia dikecewaka

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD