Alex berangkat pagi sekali ke kampus. Dia berada didepan gerbang kampus. Sepertinya hendak menunggu seseorang. "Lex, kamu dipanggil sama Dekan. Cepetan." Seorang lelaki menghampiri Alex yang sibuk memperhatikan setiap mahasiswa yang lewat. "Kayaknya ini penting. Buruan lex." tambah lelaki itu. Alex menghembus nafasnya kasar. Merasa jengkel dengan semua ini. Alex menuju kantor Dekan. Ikhwan dan pak Dekan sudah menunggunya. Alex hanya duduk dengan santai sambil menerima setiap kata yang dilontarkan oleh keduanya. "Saya tidak mau tahu, Kamu harus meminta maaf secara damai atau urusannya, saya panggil orang tua kamu kesini untuk mempertimbangkan, apa kamu masih layak untuk kuliah disini." Alex menggebrak meja. Matanya menatap Nanar ke arah Ikhwan. "Seharusnya, bapak bisa bicarakan ini

