Alex mengeram frustasi. Wajah cantik Hanun mulai terbayang dibenaknya. Ada apa dengannya? Kelakuannya tadi siang membuatnya menjadi gila sendiri. Bagaimana tidak, setiap melakukan apapun malam ini, hanya bayangan wajah cantik Hanun yang menghantui perasaanya. Bahkan, telepon dan pesan dari kekasihnya dia abaikan. Dia sudah dibuat gila oleh Gadis itu. "Alex, ayo makan malam dulu." panggil ibu tirinya. Alex tak menjawab, namun kakinya perlahan menuruni tangga menuju lantai bawah untuk makan malam. Ayah dan ibu tirinya sontak keheranan melihat perubahan tingkah laku anaknya itu. Suasana dimeja makan begitu sunyi tanpa ada sepatah katapun. Yang terdengar hanya gentingan suara sendok yang menyapu piring. "Lex, minggu ini ikut Papa yuk ke pengajian. Temen Papa ngadain Tasyakuran dan kita se

