Aku milik mu, kau milik ku

931 Words
" saya tanya, kenapa gak mungkin kamu jadi calon istri ku? Aku single. Kamu pun single. Apa nya yang tidak mungkin?" ucap arga nampak serius. " om ini jangan ngadi ngadi. Aku pantas nya jadi ponakan om. Aku masih kecil om. Belom pengalaman. Apa lagi jadi istri. Kalo masalah single si memang single. Tapi om lebih pantes sama artis artis yang di tivi. " ucap raya lagi yang menganggap ucapan arga tak serius. Arga menatap lekat mata raya. Sedang kan raya yang di tatap demikian oleh arga mulai nampak gugup. " gimana kalo bikin status kita tidak lagi single.? " Arga masih menatap lekat mata raya. " maksud om arga apa? aku gak ngerti." Arga mendekat kan wajah nya. Meng genggam kedua tangan kecil raya. " mulai sekarang status mu dan status ku tak lagi single. " bisik arga tepat di depan wajah kecil raya. " mm mak maksud om apa?" raya gugup. Wajah nya dan wajah arga terlalu dekat. Bahkan kini raya dapat merasakan hembusan Nafas hangat milik arga. " maksud ku adalah. Mulai saat ini. Kau adalah milik ku. Dan aku adalah milik mu. Status ku dan status mu tak lagi single. " Tanpa menunggu jawaban dari raya. Arga langsung menarik tengkuk raya dan mulai melumat bibir kekasih nya itu. Ya. Arga menganggap raya adalah kekasih nya mulai sekarang. Arga tak peduli dengan jawaban raya. Memaksa. Arga memaksa raya untuk tak menolak nya. " eeemmmhhh" raya mencoba mendorong arga yang terus melumat bibir nya. Namun arga tak perduli dengan dorongan atau pukulan pukulan kecil yang raya lakukan. " aauuucchhhh. Ssshhhh. Kamu. Kenapa kamu gigit bibir aku?" ucap arga yang kesakitan. Raya terpaksa Meng gigit bibir arga agar arga menyudahi ciuman nya. " habis nya om main srobot gitu aja. Cium aku gak pernah ijin dulu. Om gak boleh kayak gitu. Om pikir aku perempuan apa'an? Dan lagi aku gak ngerti maksud om bilang status kita gak single lagi. Kalo om cium cium aku sembarangan lagi kaya tadi, aku bakal pergi dari sini dan gak mau kenal sama om lagi. " sungut raya yang merasa arga sudah keterlaluan. " maaf. Aku bisa jelasin. Dan jangan pernah coba coba kamu pergi dari sini tanpa ijin dari ku. " ucap arga menatap tajam pada raya. " seperti yang kamu dengar. Aku mau, mulai sekarang status kita tak lagi single. Biar ku perjelas. Mulai sekarang kau adalah kekasih ku. Dan aku adalah kekasih mu. Apa kau paham sekarang? " Raya nampak mengernyit kan dahi nya mendengar penjelasan dari arga. " om ini cerita nya nembak aku atau maksa aku buat jadi kekasih om? Di mana mana itu orang nembak gak ada yang maksa om. Pendekatan dulu. Kalo udah ngerasa cocok baru di tembak. Dan gak maksa kalau salah satu nya ada yang menolak." " aku gak terima penolakan. " ucap arga datar. " itu nama nya pemaksaan. " " aku gak perduli. " " tapi aku perduli. " " raya. " " apa? " Setelah perdebatan kecil itu raya bergegas hendak pergi ke dapur. Arga sontak langsung menarik tangan raya. " mau kemana? " tanya arga. " mau kabur." sahut raya jutek. " raya. " geram arga. Yang langsung menarik raya dan mendudukan raya di atas pangkuan nya. " aku mau ke dapur om. Aku haus." dengus raya sebal. Kini arga sudah memeluk pinggang kecil raya yang duduk di pangkuan nya. Arga nampak menatap wajah sebal raya dari dekat. " om lepasin. aku mau ambil minum." " aku temenin." " di sini gak ada hantu. Tiap malem aku d sini sendirian juga gak ada hantu. Om duduk diam di sini saja." Raya merasa ada yang aneh dengan arga. Biasa nya arga bersikap biasa saja. Setelah ciuman kemaren. Raya merasa Arga jadi lebih agresif. Akhir nya, setelah raya mencubit lengan arga, barulah arga melepas kan pelukan nya dan membiar kan raya pergi ke dapur. Raya nampak sengaja berlama lama di dapur. Raya masih tidak mengerti dengan sikap arga. Memaksa nya menjadi kekasih nya. " apa om arga habis kepentok kepala nya? Tiba tiba maksa jadi kekasih nya. Emang sih, ganteng, kaya, kalau tua, yaaa gak tua tua amat lah. Tapi kan harus nya lebih romantis dikit kek. Kasih bunga kek, coklat atau cincin gitu, jadi kan lebih romantis kaya di tivi tivi gitu. Ini mah main paksa. Cium juga msin serobot. Gak ada romantis romantis nya. " Raya meng gerutu sambil mengaduk aduk jus jeruk yang ada di tangan nya. Raya tidak tau jika saat ini arga nampak menahan tawa di balik tembok karna mendengar raya yang tengah mengeluh kan sikap arga. Arga melangkah menghampiri raya yang duduk d kursi meja makan sambil terus mengaduk aduk jus jeruk nya. Bibir raya nampak manyun. Membuat arga semskin gemas melihat nya. " kenapa lama sekali?" tanya arga, yang kini berdiri di samping raya. " ah, i ini udah selesai. Om mau minum juga.?" tanya raya. " mau." jawab arga. Dan langsung merebut gelas di tangan raya. Arga meminum jus jeruk milik raya. Meminum nya hingga tandas. Raya melotot melihat kelakuan arga. " om bilang donk kalau mau jus juga. Aku bisa bikinin buat om. Yang ini punya aku." sungut raya yang melihat gelas nya kosong. " emang nya kenapa? Milik mu milik ku juga." ucap arga dan langsung meninggal kan raya yang masih kesal dengan nya. Arga memang sengaja melakukan itu untuk menggoda raya. Arga senang melihat raya yang nampak kesal dengan tingkah konyol nya. " dasar om om aneh. Gimana bisa aku punya kekasih om om aneh begitu?" Raya nampak tak sadar dengan ucapan nya yang secara tidak langsung sudah menerima arga sebagai kekasih nya.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD