Lulus.

962 Words
Sarah berlari kecil menuju kelas untuk mencari raya sahabat nya. Sarah mengamati keadaan kelas yang masih sepi. Raya tidak ada di dalam kelas. " ega.. Kamu liat raya nggak?" tanya sarah pada ega teman sekelas nya. " enggak. Biasa nya bukan nya nangkring di bawah pohon mangga?" " tadi aku udah cari ke sana, tapi gak ada" " mungkin belum dateng kali." Sarah duduk di kursi dan meraih lonsel nya. Mencoba menghubungi raya. Tapi masih sama seperti kemarin, ponsel raya tidak bisa di hubungi. " kemana sih nih anak" gumam sarah yang kembali menyimpan ponsel nya ke dalam tas. Sarah berniat ke kantin mencari raya lagi. Mungkin saja dia di sana. " raya" teriak sarah sambil berlari menuju teman nya yang ia cari cari dari tadi. Raya tengah duduk di bangku taman sekolah. Seperti nya tengah membaca buku pelajaran. " masih pagi sar, ga usah teriak teriak" sarah tidak peduli dengan perkataan raya. Sarah ber lari dan memeluk raya erat. Rasa nya kega sekali setelah menemukan sosok yang dari tadi ia cari cari. " raya kamu kemana aja sih? Aku telfon kamu juga gak aktif" " aku gak ke mana mana sar. Cuma lagi pengin fokus belajar aja makanya aku matiin ponsel." bohong raya pada sarah. Raya tidak ingin teman nya itu tau masalah yang tengah raya hadapi. Biar lah Raya sendiri yang menghadapi semua masalah nya tanpa orang lain tau. " tumben kamu duduk di sini. Biasa nya jadi hantu pohon mangga. " " lagi males aja sar. Kamu udah belajar belum?" " udah lah. Aku kan rajin belajar" " iya deh. Tau kok, sarah wiijaya anak paling rajin satu sekolahan". Raya masih fokus menatap buku pelajaran di pangkuan nya. Sedangkan sarah tengah sibuk mengamati postur tubuh sahabat nya itu. "raya" panggil sarah. Namun yang di panggil hanya menjawab dengan gumam man tanpa menoleh pada sarah. " kamu kok kurusan banget sih ray" Raya menoleh dan menatap mata sarah lekat. Raya tersenyum manis. " masa sih? Aku lagi diet." bohong raya pada teman nya. Raya kembali fokus ke buku pelajaran yang tengah ia baca. Sarah melihat raya berbeda hari ini. Tapi sarah tau, raya tidak akan berbagi masalah nya dengan orang lain. Tapi sarah yakin, kali ini teman nya itu pasti tengah menghadapi suatu masalah yang sedikit berat. Sarah diam, tidak ingin lagi ber tanya ada apa dan kenapa. Sarah tidak ingin membuat raya tidak nyaman jika ia banyak bertanya. " kamu udah sarapan ray??" Tanya sarah memecah keheningan di antara mereka. Padahal biasa nya mereka akan bercanda dan saling meledek. Dan sekarang sarah merasa kehilangan sifat konyol dan mulut ceplas ceplos milik teman nya itu. Raya lebih banyak diam. " udah sar. Aku udah makan dari rumah tadi" " tumben kamu gak beli gorengan?" " tadi pagi ke buru laper, jadi beli gorengan di dekat kos san dan makan di rumah" " tapi aku belum sarapan ray. Temenin ke kantin yuk" Sarah yakin teman nya ini belum makan. Bibir kering pucat dan tubuh yang lebih kurusan itu amat nampak terlihat jelas. " kamu makan aja sendiri sar. Aku lagi pengen belajar." " ayok lah ray.. Aku bayarin deh. Aku traktir sampe satu minggu ke depan deh. Tapi temenin aku makan ya" Raya tersenyum menatap sarah. " sar, aku tau kamu sedang memikir kan sesuatu tentang aku. Kamu gak usah khawatir. Aku baik baik aja." Raya tau bahwa saat ini pasti sarah tengah menghaawatir kan keadaan nya. Raya bangkit dan meninggal kan sarah yang masih termenung. Ujian telah usai mereka lewati. Setelah hari hari yang menegang kan mereka lewati akhir nya usai sudah satu minggu ujian kelulusan. Hari hari yang raya jalani selama satu minggu ini tetap sama. Pagi ke sekolah dan oulang langsung ke pasar mencari pekerjaan. Dan pulang setelah pekerjaan nya selesai. Malam hari nya raya gunakan untuk belajar. Satu minggu setelah ujian selesai. Akhir nya pengumuman kelulus san tiba. Mereka tengah berada di gedung aula sekolah untuk menerima pengumuman kelulusan yang di bagi kan dengan amplop. " LULUS" gumam raya saat membuka amplop tersebut. Aula gedung saat ini begitu riuh oleh suara murid yang lulus sekolah. Raya hanya tersenyum bahagia setelah tau diri nya lulus. Berbeda dengan teman lain nya yang pergi merayakan kelulus san mereka dengan pergi ke berbagai tempat dan ber libur ke penjuru kota bahkan mungkin ke luar negara. Raya merayakan kelulusan nya sendirian di kos san. " aku pengen kasih kabar kelulusan ku sama ibu panti. Aku ke tempat mbok sur pinjem ponsel mbok sur buat telfon ibu panti boleh gak ya?" raya bertanya pada diri nya sendiri. Namun setelah nya raya mengambil uang dua ouluh ribu di laci lemari plastik nya dan pergi ke tempat mbok sur. " mbok sur.. " panggil raya pada mbok sur yang tengaj melipat baju di kursi yang ada di depan kontrakan nya. " ealah raya... Tumben ke sini." mbok sur celingak celinguk mencari motor raya. " kamu jalan kaki? Kemana motor mu?" "motor ku di kos san mbok. Aku lagi pengen olah raga aja makanya jalan kaki." Padahal yang sebenar nya motor raya sudah tak ada bensin. " jauh lho ray dari tempat mu ke sini" " gak papa mbok. Kan nama nya juga olah raga. O. Iya mbok, raya boleh pinjam ponsel mbok sur gak?" tanya raya hati hati. " loh memang ponsel kamu kemana?" " ponsel ku jatuh mbok pas aku narik tadi malem terus rusak. Belom semoet benerin ke konter soal nya. " " oh.. Yo wes ini ponsel si mbok. Memang nya kamu mau nelpon siapa? " " mau ngabarin ibu panti mbok, ngasih tau aku udah lulus sekolah. " Mbok sur tersenyum mendengar raya sudah lulus. Tapi mbom sur merasa iba melihat gadis di depan nya yang semakin kurus saja. Mbok sur merasa saat terakhir ia betemu raya dia tak sekurus sekarang.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD