Hari masih pagi.
Raya berjalan meuju ke pasar berniat mencari pekerjaan.
Untuk sementara raya tidak bisa bekerja sebagai supir ojol karna ponsel yang sudah tidak lagi bisa di gunakan.
" mang ada kerjaan gak? Lagi nganggur nih mang"
Raya bertanya kepada penjual buah yang biasa nya memberi pekerjaan pada raya.
Saat ada waktu luang selain supir ojol, raya biasa bekerja di pasar.
Biasa nya ada yang menyuruh nya untuk membantu mengangkat barang barang yang akan di muat atau yang harus di bongkar dari truk buah atau sayur sayuran.
" eh kamu ray.. Emang lagi gak narik?"
" enggak mang. Lagi pengen angkat angkat barang he he he" bohong raya pada penjual buah.
" ada sih ray bentar lagi truk buah dateng. Udah sarapan belum? Pucet amat muka nya, lagi sakit?"
Se pintar apapun raya menyembunyi kan kesedihan.
Nyatanya wajah pucat yang kurang tidur dan kurang gizi itu tidak bisa di sembunyi kan.
" enggak mang. Muka aku mah emang gini dari bayi" bohong raya lagi.
" ya sudah, tunggu saja sebentar lagi"
" siap mang"
*****
Di tempat lain, sarah tengah memperhatikan sang ayah yang tiba tiba jadi pendiam setelah kembali dari membeli minuman.
" pah, papah kenapa? Dari tadi diem aja"
" gak apa apa sayang. Kamu masih mau jalan jalan lagi?"
" enggak ah pah. Aku mau pulang aja. Udah cape."
" ya sudah ayo pulang."
Sarah mengulur kan tangan nya pada sang ayah meminta gendong seperti anak kecil.
" gendong pah, kaki aku cape. Pegel."
" ck,, katanya bukan anak kecil lagi. "
" papaaaaaahhh"
" ya udah sini"
Arga menggendong sarah di punggung nya.
Di perjalanan pulang di dalam mobil arga masih menjadi pendiam.
Arga terlihat hanya fokus menyetir.
" pah, besok senin aku mulai ujian."
" iya sayang, kamu belajar yang rajin ya biar dapet nilai bagus"
" setelah selesai ujian kita pergi liburan mau?" ucap arga pada sarah.
Sarah berbinar menatap pada arga yang tengah menyetir mobil.
" mau pah"
" ya sudah kalo gitu kamu yang nentuin tempat liburan kita."
" kita ke singapur yuk pah"
Arga nampak berfikir sejenak lalu mengangguk meng iya kan ajakan anak nya untuk berlibur ke singapur.
Beberapa menit kemudian mereka sampai di apartment.
Mereka bergegas bersiap melakukan kegiatan nya masing masing.
Sarah segera mandi dan berencana belajar untuk persiapan besok ujian.
Tapi sarah berniat menelfon teman baik nya, raya.
" kok tumben gak aktif si."
Sarah mencoba menelfon hingga beberaoa kali.
Namun tetap sama, tidak bisa di hubungi.
" raya kemana ya? Gak mungkin lagi narik ojol kalo ponsel nya aja gak aktif."
Sarah nampak berfikir ada apa dengan raya.
" mungkin karna besok mau ujian jadi raya mau fokus belajar dan mematikan ponsel nya"
Begitu lah menurut sarah.
Lalu sarah kembali melanjut kan membaca buku nya.
Sementara itu arga sedang duduk di kursi panjang di balcon kamar nya.
Arga masih saja memikir kan keadaan raya.
Arga melihat wajah pucat raya tadi pagi.
Sebwnar nya arga khawatir, tapi arga juga tidak tau harus melakukan apa.
Arga berfikir untuk menghubungi raya sekedar memastikan ke khawatiran nya.
Namun belum sempat arga menghubungi raya, arga menutup kembali ponsel nya dan me lempar nya ke atas pangkuan nya.
" kenapa aku harus mikirin gadis ojol itu terus"
Gumam arga yang tidak mengerti dengan jalan pikiran nya akhir akhir ini setelah pertemuan nya dengan raya.
*****
Di pasar, raya tengah sibuk membantu menurun kan keranjang buah dari atas truk.
Raya merasa pusing di tengah tengah pekerjaan nya.
Raya duduk sebentar di atas box kayu yang berisi buah jeruk.
" kenapa ray?" tanya pekerja lain.
" gak apa apa bang, cuma cape dikit"
" kamu sakit ray? Kamu pucet banget"
" enggak bang, cuma kurang tidur aja. Semalen narik sampe pagi"
Raya bangkit melanjut kan pekerjaan nya.
Sebenar nya raya merasa badan nya tidak baik baik saja, tapi raya harus bekerja.
Setelah semua buah di turun kan sang pemilik buah membayar semua orang yang telah bekerja menurun kan barang.
Termasuk raya.
Sebenar nya raya masih ingiin mencari pekerjaan lain hari ini.
Tapi seperti nya tubuh nya harus di istirahat kan.
Jika terus memaksa bekerja raya takut besok tidak bisa ikut ujian.
Raya bergegas pulang.
Waktu sudah menunjukan pukul dua siang.
Raya mampir ke warteg untuk membeli nasi bungkus.
Setelah sampai kos san, raya segera mandi dan berganti pakaian.
Setelah selesai raya mengambil dua tahu goreng dari kantong plasti dan menyisakan nasi bungkus nya di plastik.
Rencana nya nasi bungkus itu raya simpan untuk makan malam.
Raya menggantung plastik berisi nasi bungkus di paku yang ada di tembok.
Raya segera memakan tahu goreng dan segera bergegas tidur.
Tubuh nya sudah sangat ingin rebahan.
*****
Pagi datang.
Hari ini hari pertama ujian.
Raya datang pagi ke sekolah dan langsung masuk ke kelas.
" ini jin penunggu pohon mangga kemana?" gumam sarah yang tidak menemukan raya di bawah pohon mangga.
Sarah pun langsung masuk ke kelas berniat mencari raya.