Tangisan Raya.

838 Words
Arga ber jalan sedikit lari untuk melihat apa yang terjadi pada raya si gadis ojol. Dan ternyata benar dugaan arga. Gadis yang sedang di marahi bapak bapak itu adalah raya. Raya yang saat itu tengah di sembur oleh tukang ojek pengkolan hanya bisa diam. Bahkan saat jaket ojol yang di kenakan raya di tarik tarik oleh tukan ojek itu raya pun hanya diam tak membalas apapun. Orang orang di sekeliling yang melihat kejadian itu pun tidak ada yang berusaha menghentikan pertikaian itu. Raya yang ber tubuh kecil dan di tarik tarik bahkan sempat di dorong oleh bapak ojek pengkolan tidak bisa melawan. Selain postur tubuh yang jauh ber beda Raya merasa tidak sopan jika harus membalas perlakuan bapak bapak itu karna usia mereka pasti sangat jauh. " maaf pak, saya tidak sedang narik di daerah sini, saya cuman mau beli sarapan" ucap raya pada sang ojek pengkolan " jangan bohong kamu" " enggak pak saya nggak bohong. Setelah saya beli sarapan saya langsung oergi pak saya janji." " awas saja kamu kalau berani nyari penumpang di daerah sini. Saya panggil kan teman teman saya buat ngabisin kamu" " iya pak, saya janji gak akan nyari penumpang di daerah sini" Raya sudah meminta maaf dan menjelas kan kedatangan nya ke daerah situ. Namun bapak ojek pengkolan masih saja menarik narik jaket ojol raya dan sesekali memukul helm yang di pake raya. Arga yang melihat itu langsung lari menghampiri mereka. " ada apa ini?" arga langsung menarik tangan raya membawa tubuh gadis itu ke belakang tubuh nya. " gak usah ikut campur. Ini bukan urusan anda" sahut bapak ojek pengkolan. " anda kan laki laki, kenapa kasar sama perempuan. Dan lagi gadis ini jauh lebih kecil dari anda. Kenapa anda menarik narik dan memukul kepala nya?" " kalau gak tau apa apa gak ush ikut campur" sungut pak ojek pengkolan. Raya menarik lengan arga. Raya takut terjadi adu jotos, karna seperti nya bapak ojek pengkolan sangat emosi. " sudah om, ini salah saya om." raya mencoba mengalah saja supaya urusan tidak semakin panjang. Meskipun sebenar nya raya sudah mengalah dari awal. " maaf ya pak, saya janji tidak akan datang ke daerah sini lagi" ucap raya pada pak ojek pengkolan. " awas saja kalau kamu dateng ke sini lagi. Saya habisi kamu" Pak ojek pengkolan beranjak oergi meninggal kan raya dan juga arga. " raya, bisa jelas kan pada ku apa yang terjadi?" " ini salah saya om, om sedang apa di sini?" Raya mencoba mengalih kan pembicaraan. " jawab pertanyaan saya raya" " itu tadi pak ojek pengkolan om. Dia pikir saya mau mangkal di sini nyari penumpang daerah sini. Padahal saya cuma mau beli gorengan buat sarapan. Jadi cuma salah paham aja om" " hanya masalah sepele seperti itu kenapa sampai berbuat kasar seperti itu?" " gak apa apa om. Nama nya juga salah paham." Saat arga berbincang dengan raya tiba tiba ponsel arga berdering. __ " halo" " papah kemana si? Beli minum aja lama banget" " iya sebentar dulu" " buruan pah, haus ini" " iya bawel" _____ Saat arga menerima panggilan sebenar nya raya ingin segera beranjak pergi. Namun tangan arga memegang lengan raya. " kamu sudah beli sarapan!?" " nanti saja om di tempat lain. Ya sudah om, saya pamit dulu om" " iya. Hati hati. Kalau kamu butuh bantuan hubungi saja nomor saya." " makasih om" Raya tersenyum sendu menatap arga. Arga merasa ada yang raya sembunyi kan di balik senyuman nya. Namun ponsek arga kembali berdering. Panggilan dari sarah lagi. Arga segera berbalik untuk mencari minuman untuk anak nya. Setelah raya sampai di tempat parkir. Raya duduk merenung dia atas motor. Raya ingin sekali menangis saat ini. Raya merogoh saku di jaket ojol nya. Meraih benda pipih yang sudah retak di sana sini dan sudah tak bisa di hidup kan. Ya, sebelum arga datang tadi, pak ojek pengkolan sempat merebut ponsel raya dan membanting nya ke aspal. Sekarang, ponsel itu sudah tak bisa di guna kan. Raya memutus kan untuk pulang ke kos san. Karna tanpa ponsel itu raya tidak bisa bekerja narik ojol. Setelah sampai kos san raya duduk mengecek uang yang dia punya. Semua uang yang tersisa sekarang hanya cukup untuk membayar ujian. Sedangkan uang sewa kos belum ada jatah. Uang yang niat nya akan di gunakan untuk bayar spp bulan lalu pun sudah di pakai untuk membantu ibu panti yang sedang butuh banyak dana. Bahkan untuk makan hari ini pun raya sudah tak ada uang. Jika uang ujian dia pakai untuk makan dan hal lain itu akan lebih menyulitkan. Raya kembali harus memutar otak untuk bisa makan dan mencukupi kebutuhan hidup nya tanpa pemasukan dari ojol. Raya sudah tidak sanggup menahan sesak di d**a. Raya duduk memeluk lututnya sendiri dan menangis. Setelah di rasa cukup lega, raya bangkit dan bejalan keluar. Mengecek bensin di motor. Jika itu di gunakan hanya untuk pulang pergi ke sekolah selama seminggu mungkin masih cukup. Raya mendorong masuk motor nya ke kamar kos san nya. Lalu mengunci pintu dan pergi ke pasar mencari pekerjaan.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD