Raya merasa sangat lega bisa menemukan om om pemilik koper.
Tidak sia sia menahan lapar dan dingin menunggu sang pemilik koper itu datang.
" ini beneran om yang semalam kan?" tanya raya pada om tampan.
Raya takut salah orang. Bisa panjang lagi urusan kalo salah orang.
" iya ini saya yang semalam." arga tersenyum sendu.
Meski wajah lelah itu sangat nampak terlihat, namun gadis ojol ini tetap menampil kan wajah ceria di depan nya.
Arga merasa bersalah telah membuat gadis ini kesusahan akibat koper yang lupa di turun kan.
Hari sudah malam, di tambah hujan yang tak kunjung henti namun gadis ini tak menyerah mencari dan menunggu arga si pemilik koper.
" maaf om, semalam saya langsung ngiprit pulang. Sampai lupa koper om belum di turunin hehe he hee"
Raya merasa bersalah karna ceroboh dengan barang bawa an penumpang nya.
" kamu gak salah, saya yang salah. Maaf ya, sudah merepot kan. Gara gara saya kamu jadi kedinginan nungguin saya di sini"
" iya gak apa apa om, ini koper nya om.. Coba di Periksa dulu. Di chek barang barang nya masih komplit apa enggak. Takut nya ada yang hilang. Tapi kalo ada yang hilang bukan saya yang ambil ya om"
" enggak perlu di cek. Saya percaya sama kamu."
" kita aja gak saling kenal. Gimana bisa im tiba tiba percaya sama saya?"
" ya sudah. Kenalin saya arga."
Arga mengulur kan tangan nya pada raya.
Raya mengusap telapak tangan nya memastikan tangan nya bersih lalu menerima uluran tangan arga.
" saya raya akira om, panggil aja raya"
" umur kamu berapa raya?"
" Umur saya 17 mau 18 tahun om"
" kalo tidak salah kemarin kamu bilang kamu masih sekolah?"
" iya om, saya kelas 12. Tahun ini insya allah lulus"
" ini sudah malam. Kamu mau saya antar pulang?"
" enggak usah om, kan saya driver ojol. Saya bawa motor om"
" saya tau,, motor kamu bisa di taru di tempat saya dulu. Besok pagi baru kamu ambil. Ini sudah malam dan hujan juga belum berhenti"
" gak apa apa om. Saya udah biasa pulang malam dan hujan hujan nan. Ya sudah om saya mau jalan cari makan. Lapar. Saya pamit ya om"
" tunggu"
" kenapa om?"
Arga mengambil dompet dan menarik uang 10 lembar berwarna merah.
" ini buat kamu. Makasih udah balikin koper saya."
" gak usah om. Saya ikhlas om. Lagian ini juga salah saya yang main pulang aja l. Gak cek barang barang penumpang dulu"
" ambil aja uang ini buat beli makan dan keperluan lain nya"
" gak usah om. Gak usah repot repot. Saya masih bisa kerja kok om. Saya gak ada niat buat nyari imbalan om"
Arga menghembus kan nafas nya kasar.
Ternyata gadis ini keras kepala juga.
" ya sudah kalo gitu. Kalo kamu gak mau ambil uang ini saya minta nomir telfon kamu."
" buat apa om?
" kalo saya punya nomor telfon kamu saya bisa minta tolong kamu untuk order makanan atau antar barang. Jadi saya juga merasa lega karna sudah membalas kebaikan kamu yang mau mengantar barang barang saya."
" oh gitu? Ya sudah. Ini nomor saya"
Arga mencatat nomir raya di ponsel nya.
Gadis ini menolak uang pemberian nya.
Padahal arga tau sebenar nya raya membutuh kan uang itu.
Tidak mungkin raya tidak butuh uang itu. Sedang kan raya bekerja narik ojol hingga larut malam.
Arga benar benar melihat gadis tangguh di depan nya.
" kamu bilang kamu lapar. Kamu belum makan?"
" iya om, tadi pas ke sini lupa belum makan dulu. Di tambah hujan gini jadi lapar nya nambah he he.."
" ya sudah. Ini saya ada beli roti tadi. Kamu makan dulu gih. Habis itu baru pulang"
" makasih om"
Raya menerima roti dari arga dan memakan nya.
Lapar yang melanda perut nya sudah tidak bisa di ajak kompromi lagi.
Jadi tanpa pikir panjang raya langsung aja makan roti dari arga.
Setelah selesai makan. Raya bersiap untuk pulang.
Memakai jaket dan helm ojol nya.
" saya pamit pulang om"
" tunggu"
" ada apa lagi om?"
Raya heran dengan om tampan ini yang selalu mencegah nya pulang.
-ini orang gak tau ounggung saya sudah minta rebahan apa gimana si? Tunga tunggu tungga tunggu mulu- batin raya kesal.
" saya antar kamu pulang. Ini sudah larut malam"
" om, saya bawa motor om"
" saya tau. Saya buntutin kamu dari belakang pakai mobil. Jangan menolak. Kamu tunggu dulu saya ambil mobil di basement dulu"
Raya pasrah saja. Dari pada banyak drama lagi nanti nya.
Dan seperti nya niat arga baik. Jadi raya tidak mau menolak kebaikan nya lagi.
Akhir nya raya sampai di depan gang kos san nya.
Raya berhenti untuk memberi tau arga untuk stop di sini saja. Karna tidak mungkin mobil raka masuk gang.
Untuk satu motor saja mepet.
Raya turun dari motor nya dan meng hampiri mobil arga.
Arga turu dari mobil nya.
" makasih sudah di antar om. Sampe sini saja. Kos san saya masuk ke dalam gang sana" ucap raya sambil menunjuk satu gang kecil.
" kamu gak lagi bohongin saya kan raya? Apa ada kos kos san di dalam gang sana?" tanya arga tak percaya.
Sebenar nya arga kaget melihat sekeliling.
Tempat yang kumuh. Pemukiman padat penduduk.
Dan lagi, bagai mana bisa raya hidup di tempat seperti ini seorang diri.
" saya gak bohong om. Kos san saya masuk ke gang situ"
" kalo gitu saya mau lihat kos san kamu. Kalau kamu melarang, berarti kamu bohong pada saya".