" gimana nih. Itu om om kayak nya belum tua tua amat. Tapi udah pikun. Nyusahin aja deh. Mana udah jam 1 malem lagi. Besok aja deh aku kembaliin nya"
Hari sudah terlalu malam jika raya harus kembali ke apartment arga untuk mengembalikan koper nya yang lupa dia ambil.
Sebenar nya salah raya juga karna setelah mengambil uang bayaran nya raya langsung ngiprit pulang.
Setelah mandi dan berganti baju tidur yang sudah terlihat lusuh raya segera berbaring di atas kasur tipis di atas lantai.
Kos san raya hanya sebatas kamar petak saja tanpa ada ruang tamu atau kamar mandi dan ruangan lain nya.
Kamar mandi di kos san raya terpisah berada di luar.
Dan itu sudah seperti kamar mandi umum.
Karna di gunakan oleh semua orang yang nge kos di kos san petak di sana.
Mesku hanya tidur di atas kasur tipis berdampingan dengan motor yang di gunakan untuk mengais rejeki, namun raya tidur sangat lelap.
Mungkin karna sudah sangat lelah.
Apalagi besok harus ke sekolah dan harus mengantar kan koper milik laki laki yang tidak di kenal.
Di apartmen arga segera menghampiri putri nya yang sudah tertidur lelap.
Arga duduk di samping ranjang. Mengelus rambut anak nya dan mencium kening anak nya.
" maaf kan papah sayang. Papah janji akan segera merampung kan proyek ini. Dan kita akan liburan setelah kamu selesai ujian"
Arga membelai rambut putri nya dengan nafas sesak.
Mengingat dia yang selalu meninggalkan putri nya sendirian di apartment.
Bi sumi hanya datang di pagi siang hari dan pulang setelah menyelesai kan tugas bersih bersih rumah dan memasak makan malam untuk sarah.
" apa kamu mau papah mencari pengganti mamah sayang?" ucap arga lagi.
Sebenar nya sarah sudah bangun saat mendengar arga membuka pintu kamar nya.
Namun sarah sengaja pura pura tidur karna ingin tau apa yang akan papah nya lakukan.
Sarah mendengar semua yang papah nya ucap kan. Nqmun sarah tetap pura pura tidur.
" maafin papah sayang" ucap arga lagi lalu mencium kening anak nya lama.
Setelah arga keluar dari kamar sarah. Arga berniat mengecek pekerjaan nya yang tadi dia abai kan begitu saja.
Namun arga tidak menemukan koper kecil yang berisi pakaian dan berkas berkas pekerjaan nya. Bahkan laptop dan semua yang menyangkut pekerjaan ada di dalam koper itu.
Setelah jalan ke sana ke mari tidak menemukan apapun.
Arga duduk di sofa dan mencoba Mengingat di mana dia menaruh koper nya.
Dan seketika dia ingat lalu menepuk dahi nya keras.
" bagaimana aku bisa lupa menurun kan barang ku dari motor anak itu".
Raka berfikir sejenak dan menemukan ide untuk meminta bantuan perusahaan ojol tersebut.
Setelah berbincang dengan operator ojol arga tetap tidak bisa menemukan pengemudi yang membawa koper nya.
Itu karna arga tidak memesan ojol itu lewat aplikasi. Jadi dari pihak ojol tersebut juga tidak bisa membantu.
Berbagai macam kehawatiran kini berkecamuk di otak arga.
Bagaimana mencari gadis ojol itu.
Pagi di sekolah raya masih sepi.
Itu karna kebiasaan raya yang berangkat sekolah lebih awal dari anak anak lain. Meski raya tidur hampir menjelang pagi, raya tetap bangun cepat untuk pergi ke sekolah.
" ni anak kemana? Tumben amat belum nongol. Biasa nya kalo papah nya keluar kota dia dateng ke sekolah pagi"
Sambil duduk makan gorengan di bawah pohon mangga raya mengecek ponsel nya.
Dan raya mendelik melijat ada beberapa panggilan tak terjawab dari sarah kemarin sore.
Raya memang tidak terlalu fokus dengan ponsel saat sedang bekerja.
Hanya akan mengecek panggilan atau pesan setelah ia punya waktu luang.
" halo sar... Kamu kemarin telfon aku ya? Ada apa?"
" iya ray.. Kemarin mau minta tolong kamu anterin aku ke rumah sakit tapi kamu kan jahat sama aku. Kamu malah gak angkat telfon aku."
" kok bisa kamu jatuh? Kamu sakit?"
Raya terkejut mendengar sarah jatuh. Bahkan ia yang sedang makan gorengan, sampai muncrat kemana mana saking panik nya.
" itu gorengan nya di telen dulu raya"
Sarah tau pasti teman nya itu sedang makan lontong dan gorengan di bawah pohon mangga untuk sarapan.
Raya sudah seperti hantu penunggu pohon mangga. Karna setiap pagi pasti akan duduk di sana dan makan lontong serta gorengan faforit nya.
" he he he... Kok kamu tau aku lagi makan gorengan?"
" ya tau lah, siapa lagi yang pagi pagi nangkring di bawah pohon mangga sambil makan gorengan".
" tapi sar, gimana keadaan kamu sekarang? Maaf yah aku gak angkat telfon kamu kemarin. Kamu tau sendiri kebiasaan ku kalau lagi narik. Apa lagi bentar lagi ujian. Harus bayar buku dan lain lain."
Raya merasa bersalah sudah mengabaikan panggilan sarah yang sedang sakit kemarin.
" udah ga apa apa. Kemarin aku minta tolong security di bawah untuk bawa aku ke klinik. Dan sekarang papah aku udah pulang. "
" syukur lah. Berarti kamu gak masuk hari ini?"
" iya hari ini aku gak masuk. Paling senin baru aku masuk".
" padahal pagi tadi aku beliin kamu gorengan. Kirain bakal dateng pagi karna papah kamu di luar kota".
" ya udah kamu makan aja gorengan nya"
" ya udah. Aku masuk kelas dulu ya. Kamu cepet sembuh"