Bagian 26 Pertolongan dr. Trio Tirta . SpOG,

1345 Words
. . . Trio mengemudi mobil BMW nya dengan cepat, sesekali melirik penumpang dibelakang, memastikan sadar, namun masih berbaring tidak ada pergerakan. Kawatir sudah pasti dirasakanya saat ini, namun tidak ingin membawa ke ugd, kawatir di intogasi dan dia tidak tau harus menjelaskan, atau malah jadi kasus kecelakaan, tentu ini akan menambah agenda rumit hari ini. . . Masih melajukan mobilnya dengan kecepatan lebih cepat, hingga beberapa saat kemudia dia memutuskan untuk membawanya pulang kerumahnya. saat kemudi memutar ke lingkungan perumahan elit lalu melaju dengan pelan melewati security sambil memberi salam seraya menurunkan kaca depan mobilnya, sudah kebiasaan sikap sopanya Trio terhadap penjaga gerbang komplek. . . . Mobil terus melaju mengarah ke blok ujung dan berbelok ke arah bloknya dan berhenti tepat di depan gerbang rumah mewah, rumah berpagar besi dicat warna coklat tua lengkap dengan motif flona dan flaura pada ukiran pintu gerbang yang nya. Membunyikan clakson lalu pintu segera dibuka oleh penjaga yang bertugas dirumahnya. Trio mempercepat geraknya masuk dengan segera, lalu penjaga dengan sigap kembali menutup pintu pagarnya. . . . Trio memarkirkan mobilnya dengan sempurna, lalu bergegas membuka pintu dan keluar dari mobilnya, dengan segera membuka pintu kemudi belakang lalu mengangkat Permata Nata kedalam gendongannya. Sambil berteriak buka pintu depan segera dan siapkan kamar Tamu ucap Trio dengan nada cukup keras, kondisi paniknya dan juga memimang berat tentu emosinya ikut terlibat. . . Lalu bergegas mengendon Nata kedalam rumahnya, dan segera melangkah menuju kamar tamu yang tidak jauh dari ruang tamu, karena kamar utama dirumah ini ada di lantai dua. . . Trio membaringkan Permata Nata di kasurnya, lalu detik berikutnya saat dia ingin memeriksa tersadar bawa wanita ini berhijab, dalam hatinya berucap apa aku tidak apa-apa membuka niqab wanita ini,,, hatinya penuh tanya, namun dirumah ini tidak ada wanita, mau gak mau demi kemaslahatan dan keselamatan wanita ini harus dibuka, minimal dia bisa bernafas dengan lega, begitu pikir Trio. . . Trio meminta petugas keamanan yang menjaga rumanya membantu membuka kaoskaki dan juga sarung tangan wanita ini, dia dengan segera ikut membuka niqab yang digunakan Nata, tentu tidak mudah karena Trio belum pernah menyentuh penutup wanita seperti ini namun dengan cekatan menarik saja sembarangan, asal sudah terbuka. . . “Dia siap ? tanya security sedikit penasaran karena bosnya membawa wanita kerumah. “aku tidak tau, tadi aku hampir menabraknya, jadi aku bawa saja kerumah dulu yang penting bisa menolongnya tanpa masalah dikemudian hari untuk aku. . . Security yang mendengar hanya mengangguk-nganguk saja lalu segera mengerjakan yang diperintahkan Trio. Trio sempat kaget saat melihat siapa dibalik niqab tersebut, ternyata gadis yang ditemuinya beberapa hari lalu di gunung, tersentak dan terdiam sebentar seakan-akan dunianya berhenti. Sekurity yang menyaksikan itu kembali bertanya, “kenapa Bos? .” “aku,, aku,, mengenalnya jawab Trio terbatah-batah. . . Lalu Trio kembali berucap “bawa kotak P3K kesini memerintah, lalu security bergegas keluar lalu mencari kotak P3K, tidak lama kemudian dia sudah mebawa satu kotak besar peralatan dokter dan lengkap dengan P3K. . .Trio yang seorang dokter tentu sangat tau langkah sederhana dalam pertolongan pertama, mengambil peralatanya lalu memeriksa dengan teliti, meminta security mengosokan minyak kayuputih ke telapak kaki Permata Nata dan meminta beberapa tetes untuk dicoba menaru di hidung nya agar segera terbangun. Bener tindakan ini membuat Nata terbangun, terlihat membuka kelopak matanya. Lalu senyum merekah dr Trio saat melihat Nata membuka mata. . . . Syukurlah kamu bangun, ucap dr Trio. . . . Nata yang dengan linglung masih mengumpulkan ingatanya, sambil melihat sekeliling, “ini tempat asing, lalu melihat dr Trio, dia siapa aku tidak mengenalnya, Nata membatin. . . Dr Trio yang melihat keadaan Nata yang linglung lalu berucap, “ maaf tadi saya hampir menabrak kamu, namun kamu terjatuh pingsan tepat setelahnya. Akhinya saya membawa kamu kerumah saya, Jelas dr Trio. . . . Nata tidak menyadari jika dia pernah bertemu dengan dr Trio ini. namun dia hanya melihat dan tidak merespon ucapan dr Trio. Trio yang merasa kalimatnya ngantung tidak ada respon lalu bersegera meminta maaf “maafkan saya telah membuka kerudung mu, ini tidak mudah untuk kamu dan untuk aku, namun aku berusaha membautmu tersadar, namun aku tidak melakukan apa-apa padamu, sekurity ku ini saksinya, ucap nya lagi. “maaf ya , ucapnya lagi penuh ketulusan. . . “tidak masalah kamu punya alasan karena menolong ku. “kamu bisa beristirahat dulu, nanti sore saya antar kamu pulang. “aku mau mencari makan siang dulu untuk kita ucap dr Trio. Lalu pamit bersama dengan securiti ikut keluar. Pintu kembali ditutup saat kedua pria itu keluar. . . . Ufff, Nata mengembus nafas nya, merasa lega setelah mereka keluar, tadinya dadanya penuh sesak kawatir orang itu akan mengenalnya, karena berita yang beredar banyak terkait dirinya hilang. Lalu Nata kembali membaringkan tubuhnya, ingin kembali istirahat ya memang dirinya sedikt lelah saat berjalan cukup jauh seharian ini. lalu dia pun tertidur lelap. . . . Dikantor Rangki semakin mengila, ditarik dasinya secara sembarang, membuka dua kancing kemejanya, didalam ruang kantor dengan AC full terasa pasan baginya. Kondisinya benar-benar kacau, setiap jam yang dilewati makin memperburuk suasana hatinya, tidak ada kabar maupun tanda-tanda jejak Permata Natanya. …ahh,,,shiit dimana kau Permata Nata. Lalu kembali mengerak mejanya. Ray yang menyaksikan itu kembali kaget, ini kemarahan terbesar yang pernah dilihatnya, sebelum ini Rangki selalu mendapatkan semua keinginan sesuai yang dia mau. Tidak ada yang menolaknya apalagi mempermainkanya seperti sekarang ini. tentu kecewa dan patah hati sekaligus terguling dalam hidupnya hari ini. . Tunggu sampai kau kembali kutemukan,, aku tidak akan pernah mengampuniku karena kamu berani menyiksaku hari ini… kecap Rangki. . . *** Di rumah dr trio sedang mengatur kembali jadwal nya hari ini, dirinya tidak ingin melepaskan tangung jawabnya dan meninggalkan Nata sendiri di rumahnya. Saat ini bahkan dia belum mengenal gadis yang membuatnya cukup tertarik dan ingin mengenalnya. Sehingga beberapa jadwal dan temu bisnis yang telah direncanakan dibatalkan segera. . . Setelah membereskan semua jadwalnya dipindahkan ke hari lain segera memesan makanan dari aplikasi yang ada di hpnya,, ahh aku lupa dia mau makan apa”…ya sudah lah aku pesan dua menu saja sehingga dia bisa memilih makan yang dia suka” gumam dr Trio. Dalam sekejap pesanan nya berhasil lalu dia beranjak dan mendatangin sekuritynya dan berpesan “ambilkan makanan jika ada yang mengantarkan. . . . 30 menit kemudian makanan yang dipesan telah sampai, terlihat security menenteng dua plastik penuh pesanan lalu menanta dimeja makan, dr trio yang melihat itu langsung samperin lalu mengambil satu bungkusan dan memberi pada sekurity nya. “ini buat kamu”. “terima kasih bos, ucap sekurity itu lalu pamit pergi. . . Trio melangkah kekamar tamu, mengetuk tiga kali, tok,,,tok,,, tok,, tidak ada suara terdengar, lalu perlahan, lahan membuka pintu kamar, memastikan yang dikamar baik-baik saja, di intipnya sedikit dari celah pintu yang di buka sedikit, terlihat Nata sedang tidur dengan gamisnya dan memeluk guling. “oh dia tidur, ya sudah lah nanti saja pikir dr Trio. . . . Lalu kembali menutup pintu kamar tamu tersebut dan dia kembali keruang tv lalu menyalakan tv dan merebahkan punggungnya di sofa empuk berwarna hitam. Ruang ini dominan dengan prapot hitam dan puti, terlihat sekali pemiliknya adalah lelaki yang cenderung menyukai warna-warna gelap. . . dr Trio dengan bosan memuntar-mutar siaran yang semuan nya berita, namun sedetik kemudian dia terkejut saat yang dilihat berita terkait kehilangan seorang gadis, dan gadis itu dia mengenalnya, tepatnya ada dirumahnya. Lalu mengambil nomor informasi untuk pelaporan bagi yang melihat, dr trio hanya mengesave saja kawatir diperlukan, untuk sekarang dia akan menunggu gadis itu bangun dan menanyakan langusng padanya. . . . Ahhhkkk,,,,, ahhkkkk,,, suara erangan Rangki terdengar sampai keluar ruanganya, seakan-akan ingin meledakan ruang itu, Rangki kehilangan kendali atas dirinya, setelah menghancurkan setengah isi ruanganya , kini dirinya meraung-raung tersiksa saat kenangan-kenangan Permata Nata melintas di ingatanya. Kecupan manis pagi ini yang tidka bisa dilupakanya, percintaan mereka penuh nikmat yang terus melewati otaknya. . . . . Ray tidak dapat berbuat apa-apa, dalam diam dia minta dr Alando temanya untuk datang memberi Rangki obat penenang, kawatir jika terus berlanjut dia akan menyakiti dirinya lebih lag. . . .
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD