bagian 21 Bercinta kembali.

968 Words
21. bercinta kembali. Aku baru memeluknya dan menciumnya, yang dibawah sudah bereaksi… batin Rangki mengerutuk diri sendiri. “ mana bisa aku melepasmu begitu saja Permata Nata ku, sekarang tubuh ini juga bergantung padamu. Aku harus serakahkan, aku memang harus memilikimu seutuhnya. Kamu milik ku Permata Nata, ucap Rangki sambi berbisik di telinga Nata, lalu mencium nya disana, menjilati telinganya, mengulumnya, lalu mengigit kecil, gerakan ini membuat Nata tersadar dari tidurnya. . . . Tuan Rangki saya mau tidur ucap Nata pelan, sambil melepas pelukan tangan Rangki, namun Rangki bukan lah laki-laki lemah yang begitu saja pelukanya akan terlepas. Gerakan Nata tidak membuatnya terusik, bahkan tidak melongarkan pelukanya. . . Layani aku malam ini, besok aku bolehkan kamu ke kampus ucap Rangki seraya terus mencium ceruk lehar Nata . . . “Tidak… aku tidak Mau, aku mau tidur dan aku masih sakit ucap Nata menghindari persetubuhan nya malam ini. . . . “besok saja ya, jangan malam ini ucap Nata kembali menghindar. Walau dalam hatinya dia tidak berniat untuk benar-benar bencinta dengan Rangki besok. Karena melakukan hal ini membuatnya tidak nyaman. . . Tidak Permata Nata , aku sudah cukup menahanya sedari tadi membiarkan mu tidur pulas beberapa jam,.. Rangki terus memeluk dan meraba perut Nata, nyusup tanganya kedalam kemeja hitam yang digunakan Nata tadi. . . Nara terus mengeliat tubunya menolak meronta-ronta. . Tangan Rangi perlahan-lahan turun kebawah pusatnya, mengulus pelan disana, menusup kedalam celana dalam Nata, seketika Nata menahan tangan itu. Namun Rangki tida pernah sependapat dengan Nata jika waktunya sudah tiba. Hasratnya semakin besar, dia benar-benar merindukan dan mengilai Nata. Merindukan menyentuhnya, memeluknya menindihnya dan memasukinya, tak mampu menahanya sudah di ujung, sehingga gerakanya terus mendesak Nata, membuat Nata terangsang, memakansa nya menerima semua perlakuan nya. Kembali akal sehatnya menghilang, tidak mendengar rintihan dan penolakan Nata namun yang dia mau terus menyentuh Nata. . . . . Tuan ku mohon aku tidak ingin begini lagi dengan mu. Aku sudah tida kuat tolong lepaskan aku dan apapun ikatan yang kamu buat, rancau Nata yang terus berusaha menolaknya. . . . . Kini Rangki mulai geram dengan penolakan yang diterimanya. Hingga dengan kasar membalik tubuh Nata dan menindihnya, tanganya yang sudah berhasil melepas kain segi tiga yang menutupi mahkota indah milik Nata melayang begitu saja kelantai. . . . Sambil duduk diatas Nata Rangki membuka kemejanya, melempar sembarangan dan membuka kancing kemeja Nata dengan cepat, mungkin beberapa kancing kemeja itu tidak dapat digunakan lagi, menarik paksa sehingga kedua Pay*udaranya terlihat jelas dibalik Bra. . . . Segera melepaskan celananya kini, Rangki junior sudah siap tempur, berdiri tegak. . . . Rangki kembali mengulus bagian bawah Nata, tidak peduli berapa kali Nata memohon tapi dia serasa tidak mendengarnya. . . Mengelusnya, mengecek kondisi bagian bawah Nata dirasa Nata sudah siap, dia telah mengeluarkan cairan licin akibat sentuhan-sentuhan nakal Rangki tadi. Permata Nata ku kau sudah sangat siap , Rangki berucap lalu langsung melahap bibir Nata yang ingin protes. Tubuhnya menindih Nata, tanganata di gengam erat, diremasnya kedua tangan itu, lalu bibir mereka saling bertautan, sambil pinggang Ranggi berencana membuat penyatuan, namun Nata merapatkan Kakinya. . . Rangki sangat kewalahan karena Nata tidak memberi akses untuk juniornya mengapai ruang nya. . . . Rangki melepas ciuman mereka lalu kembali menyiumin leher dan memberi beberapa gigitan halus sehingga Nata makin dibuat merangsang, mebuat Nata harus mengiginkanya walau sekarang menolaknya, melawanya,namun itu tidak butuh waktu lama untuk Rangki terus merangsangnya, menyentuh nya, meremas payu daranya , dan p******a lainya dihisap dengan erotis memberi rangsangan lebih dalam membuat Nata mengeluarkan desahan,,, ahh,, ahhh… ya begitu Permata Nata ku , aku menyukai suara desahan mu. . . . Kumohon tuan hentikan lah, aku tidak siap ,,,” mulutmu berkata tidak siap tapi tadi aku mendengar desahan merdu. Ayuk Permata Nata ku, layani aku sampai puas malam ini, aku janji besok kamu boleh kembali kekampus. Aku tidak akan mengekang mu lagi asal kamu kembali ke sini setelah urusan luar mu selesai. Ucap Rangki sembari terus memberi ciuman dan bisikan janji di telinga Nata. . . . Tidak aku mohon jangan lakukan ini lagi padaku, jangan tuan, dari awal aku tidak pernah mau kamu seret kesini. Ucap Nata lagi . . . .Namun rangki seolah-olah tuli , lalu melumat bibir Nata penuh Nafsu, meremas payudar*anya setelah puas dengan payud*ara Nata, merasakan put*ingnya sudah mengeras, menandakan tubuhnya sudah sangat teransang. . . . Kembali mengelus pah*a Nata, meraba disana menyusup tangan nya kebalik selanganganya, mengulas bagian segitiga itu, mengulus lembut, jemarinya terus mencari ruang, memasuki sedikit ruang itu terasa lengket penuh dengan cairan pelumas petanda Nata siap untuk di setubuh*i. . . Kau sudah siap sayang, Permata Nata ku, aku menyukai kamu dan juga ini ..sambil nusuk-nusuk lembut bagian bawah Nata, ,, “jangan terus menolak ku, tapi tubuhmu sangat mau” aku sangat terangsang dangan penolakan mu yang begini jadi tidak akan mengubah keinginan ku untuk tidur dengan mu malam ini. . . . Rangki membuka paksa kaki Nata, mendorong kaki nata keatas, sekarang berbentuk v, lalu sengan cepat gerakan Rangki mendorong junior nya, menerobos masuk ke dalam tubuh Nata. Ini tidak sesulit pertama kali karena mereka sudah melakukanya beberapa kali, sehingga ruang nya sudah pas dengan milik Rangki yan sudah sangat mengeras dan besar. . . Ahh,,, ahhhh kamu nikamat sekali rancau Rangki, sambil mengoyangkan tubuhnya sedikit masukan lebih dalam , lalu memompa dengan cepat.,, ehhh ,,ehh, ehhh, suara desahan Rangki saat mendorong lebih dalam juniornya. . . Nata mulai menikmatinya, ahh, ahh , ahh, ahhh, ahhhh, suara desahanya keluar dari mulutnya serasa dia sangat menikmatinya. Setiap kali dorongan keluar masuk yang dirasa dibawah sana, seketika mulutnya berdesah, ahh,, ahh,, ahh.. . . .Rangki terus mencumbunya mengerakan pinggul nya, menyatukan tubuh mereka, memebrikan jarak jeda dan kecepatan ritme yang di buat nya sangat efektif dan dapat membuat Nata menikmati persetubuhan mereka kali ini.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD