"Jared!" panggil Mato ketika pemuda itu melintas di jalanan dekat pondoknya. Hari sudah senja tapi tidak ada bedanya di tengah cuaca seperti ini, hampir tiap malam di dera badai tanpa henti. Jared menyebrangi halaman pondok Mato Bizil dengan sepatunya yang tertancap ke lapisan salju. Mato mengeluarkan sesuatu dari kantongnya kemudian mengulurkannya pada Jared. "Simpanlah!" Mato memberikan gelang penangkap mimpi dengan ukuran lebih kecil dari yang pernah dia berikan dulu. "Kau bilang masih sering terganggu dengan mimpi buruk." Jared memperhatikan benda yang kali ini sudah berada di tangannya, gantungainya bukan cuma dari bulu gagak hitam tapi juga ada beberapa tulang kecil di sela sulaman benangnya. "Itu tulang gagak hitam dia akan ikut menjagamu," Mato menjelaskan. Sebenarnya Jared

