Malam harinya badai turun lebih dahsyat dari malam-malam sebelumnya dan sepertinya masih akan terus meningkat beberapa minggu ini sampai nanti mulai mereda menjelang awal musim semi. Deru angin yang berdesing dan butiran es yang ikut terbawa badai menimbulkan suara berisik di atas atap dan membuat daun jendela terus ikut berderik. Mara juga sedang kesulitan untuk tidur, dia tidak pernah suka badai di malam hari, sudah lewat tengah malam ketika Mara merasakan lengan hangat yang memeluknya. Mara sudah hapal aromanya, degup jantungnya ketika bersentuhan dan kehangatannya yang nyaman. "Tidurlah lagi," bisik Jared. "Aku tidak akan mengganggumu." Jared memang hanya memeluk Mara dan ikut menyisip di dalam selimut agar lebih erat. Jared juga tidak bisa tidur lagi setelah mimpinya yang mengerikan

