Sebulan kemudian. Keadaan Anisa sudah berangsur membaik, namun ia masih lemah dan mengharuskannya untuk istirahat sampai benar-benar pulih. Keamanan rumah sudah diperbaharui menjadi lebih canggih dan sulit untuk ditembus. Alex sedang berada di kamarnya. Ia melihat ada sebuah pesan di ponselnya "Nomor siapa ini? Berani sekali dia mengirimi aku pesan." Alex melihat nomor yang tak tersimpan di ponselnya muncul di layar notifikasi. Ia pun membuka pesan itu. Setelah membuka dan membaca isinya, betapa marahnya ia mendapat pesan seseorang yang menantangnya. Pesan itu berbunyi, "Jika kau orang hebat, seharusnya kau tidak takut padaku." Ia pun langsung menemui Duke di ruang pribadinya dan menyuruhnya untuk mencari pemilik nomor tersebut. Tak butuh waktu lama, Duke menemukan siapa pemilik nya.

