06.00: Xavier CLUB
" Auhh .. kepalaku kenapa seperti terbelah "?. Raffa terbangun dengan menggelengkan kepalanya untuk menghilangkan rasa pusingnya .
Setelahnya dia di buat terkejut dengan kamar yang begitu berantakan serta melihat tubuhnya yang tanpa sehelai benang.
Dengan keadaan kepala sedikit pusing dia mencoba mengingat apa yang telah terjadi , semakin dia mengingat semakin dia pusing dan meremas rambut di kepalanya .
" Apa yang telah terjadi ?" dia turun dari tempat tidur dan melihat baju wanita yang telah robek berserakan di lantai Dan melihat banyak bercak darah di atas tempat tidur dengan panik dia menghubungi Dion.
" Dion bisakah kau datang dan membawakanku satu set jas ,?. Aku akan mengirimkan alamatnya ". Dengan mencoba mengingat apa yang telah terjadi dia duduk di ujung ranjang dan menundukan kepala .
Dia mengingat dia bersama wanita dengan samar mengingat sebagai Bianca .
" Ah .,. Sh*t Siapa wanita itu ,"? jika di lihat dari pakaian yang dia robek ,itu adalah pakaian pegawai di sini.
Sesaat setelah dion datang dan menyerahkan satu set jas dia melihat Tuannya begitu frustasi , dengan cepat dia melihat situasi di kamar yang begitu berantakan .
" Tuan Raffa apa yang telah terjadi , ada apa dengan situasi kamar ini ,.? Tanya dion menyelidik.
" Dion tolong kau Cek semua rekaman CCTV CLUB dari saat aku datang sampai aku berada di kamar ini , cek di setiap sudut dan detailnya , dan selidiki siapa yang membawaku di kamar ini.
" Baik tuan " . Dion pergi dan langsung ke bagian keamanan CLUB dan meminta untuk memperlihatkan semuanya , setelah itu Dion meminta File rekaman untuk di serahkan kepada Tuan Raffa dan menyalinya untuk Tuan Besar George ".
Raffa pergi dari kamar Club itu dan pulang ke apartemen mewahnya , karna kebetulan ini akhir pekan dia hanya akan beristirahat dan mengecek sedikit file ,
" Dion bagaimana soal file rekaman CCTV apa kau sudah mendapatkanya ?" Tanya Raffa sedikit cemas , dia hanya takut jika kejadian ini Sampai ke Rumah Besar kediaman ayah dan Ibunya .
" Sudah Tuan , Saya akan datang ke apartemen untuk menyerahkan Filenya ."
Dion Tidak berfikir sejauh itu , jika Hubungan cinta Tuanya berakhir akan sangat berdampak , secara Dion belum pernah mengalami ini sebelumnya.
06.30 :
Rumah dengan Gaya klasik moderen 2 lantai dengan pagar terdapat tanaman mawar dan aster .
Luna berjalan dengan malas ke dalam Rumah .
Di dalam Rumah Luna menaiki tangga membuka knop pintu menuju kamar mandi merendam semua tubuhnya dan membenamkanya di dalam air , entahlahsudah berapa lama dia di sana .
Dengan malas dia keluar dari kamar mandi dan memakai kaos longgar mustard dan celana di atas lutut dia turun dari tangga ke bawah untuk membuat sarapanya .
Dia hanya makan roti dengan selai nuttella karna hanya itu yang ada saat ini , tetapi tiba tiba dering handphonenya berbunyi dari layar terlihat Itu Rara .
" Halo Ra , ada apa kau menghubungiku sepagi ini "?.tanya Luna sedikit heran .
" Luna apa kau baik baik saja ,.? karna aku tidak melihat mu saat keluar Club tadi malam " . Tanya Rara dari sebrang sana .
" Aku baik baik saja dan di Rumah , karna ini akhir pekan aku tidak akan pergi kemanapun , hanya pergi mengunjungi ibuku di sore hari ". Jawab luna dengan memainka selai di atas roti di depanya .
Dia ingin berbicara banyak kepada sahabatnya tersebut tetapi mulutnya tertutup rapat tidak sanggup untuk berbicara , hingga dia memutuskan berbicara dengan Rara untuk mengundurkan diri dari CLUB miliknya dan akan bekerja di Cafe saja.
" Ra .. Luna minta izin untuk tidak bekerja lagi di Club Rara yah " . luna dengan perkataan lembutnya
selama ini Luna baik baik saja bekerja di sana , karna kejadian yang menimpanya membuatnya takut akan terulang lagi dan memutuskan keluar.
" Tapi kenapa ,? bukan kah kau membutuhkan uang tambahan untuk ibumu .,? Tanya Rara heran dan mengerutkan keningnya .
" Luna akan mencari kerja tambahan di tempat lain ,. Rara tidak perlu khawatir ,.?" Jawab Luna dengan lembut
" Apa terjadi sesuatu , apa kau menutupi sesuatu dari ku ,.? " Rara termasuk peka terhadap sahabanya dia tidak akan memutuskan sesuatu tanpa alasan .
" Aku akan bercerita jika sudah siap nanti ,. Jadi kau tidak perlu khawatir "
Dari sebrang sana Rara mengerutkan bibirnya karna Luna tidak memberi jawaban dengan Benar , tetapi di tahan karna dia tidak ingin mendesak Luna.
" Baiklah ,. Anggaplah ini libur untukmu dan kembalilah jika kau sudah siap " .
Luna tersenyum karna Rara tidak mendesaknya dan mengerti keadaan Luna tanpa harus bertanya banyak hal .
" Baiklah ,. Terima kasih sudah mengerti keadaanku". Mengakhiri panggilan di layar dan meletakan handphone di depan mejanya.
Akhir akhir ini dia banyak melamun dan ke jadian tadi malam membuat beban fikiranya bertambah.
" Hufft bagaimana kelanjutan masa depan ku jika sudah seperti ini , apa masih ada yang mau menerima ku yang sudah seperti ini . Menghela nafas berat dengan gumamanya yang tidak berhenti
***
Raffa sedang memutar rekaman CCTV CLUB matanya menyipit melihat dia didepan Bar dengan Daniel dan sesaat di melihat seorang gadis tetapi dia tidak tahu karna hanya melihat punggung Gadis itu ,karna penasaran Raffa menelpon Daniel karna dia pasti tau apa yang terjadi .
" Daniel apa kau punya waktu,. Aku ingin bertemu dengan mu "?. Tanya Raffa
" Kau ingin bertemu denganku ?" Dengan alis menyatu dan ketutan di dahinya bertanya
" Apa kau sibuk ? ,. Ah tidak apa kau ada Di Club malam nanti "?,.
" Ya kau bisa datang ke Club ,. Dan aku harap kau tidak meminum semua alkoholku seperti terakhir kali ". Senyum tertahan melihat Raffa terakhir kali seperti lelaki tidak berdaya .
" Aku akan datang jam 8 malam nanti ".
Mematikan sambungan telfon dari sebrang sana.
*****
Luna memasuki Lobby Rumah sakit menuju ruangan dimana ibunya di rawat.
Membuka pintu berjalan di sisi ranjang sang ibu
" Ibu .. Apa kau tidak bosan berbaring di ranjang , apa kau tidak ingin melihatku " ? Rindu di mata Luna hingga air mata jatuh tanpa terkendali setiap kali dia datang , selama ini dia sudah sangat berusaha bekerja membiayai biaya rumah sakit , tetapi tidak ada tanda ibunya akan bangun.
Luna ingin menceritakan semua keluh kesahnya yang telah terjadi , tetapi dia tidak sanggup karna takut mengganggu psikis ibunya ,
" Ibu Aku sudah Dewasa sekarang Hingga aku terbiasa tanpamu sekarang ". Memegang telapak tangan dan membelai halus tangan ibunya .
" Jika ibu bangun aku akan memasakan sesuatu yang enak untuk mu". Dia sudah tidak tahan dengan Ocehanya yang mengandung tekanan
Mengapus air mata di kedua pipinya dengan kasar
" Aku akan merawatmu dengan segala kemampuanku, kau tidak perlu khawatir ,aku akan mencari banyak uang untuk kesembuhanmu ".
Sambil berjalan dia kearah wastafel mengambil air hangat untuk membasuh kulit ibunya yang pucat , Meski begitu pancaran kecantikan tidak pudar yang di wariskan ke Luna Seperti seorang Dewi .
Dengan pelan Luna membasuh telapak tangan wajah dan seluruh badan ibunya .
" Bagaimana bu apa kau merasa segar sekarang setelah aku membasuhmu " , dengan menghela nafas Luna seperti gila karna berbicara sendiri .
" Ibu Sepertinya aku harus pergi , karna jam kunjungan telah berakhir , aku akan mengunjungimu lagi minggu depan " Dengan kecupan singkat di dahi dia mengakhiri pertemuan itu .
Luna keluar dari Ruang Rawat berjalan menuju halte bus Rumah sakit .
****
20.00 : Xavier CLUB
Raffa Baru saja datang memarkirkan mobil rolls royce miliknya , berjalan keluar mobil dan memasuki Club menuju Bar dimana Daniel berada .
" Hai .. kau sudah datang "?. Sambil mebuatkan Cocktail untuk Raffa , sedikit alkohol karna dia tidak mau melihat Raffa mabuk seperti tekahir kali .
" Hhm.. aku ingin menanyakan seuatu kepadamu sedikit privasi " jawab Raffa
Dengan meminum cocktail yang telah di sajikan Tadi.
" Baiklah tunggu aku di ruangan kerja ku aku akan ke sana setelah ini ".
Raffa pergi ke ruangan kerja milik Daniel ,tidak asing memang meskipun jarang untuk Raffa mengunjungi tempat ini mengenal Daniel sebagai teman dan Rekan kerja
seringkali Raffa datang ke sini untuk menghilangkan penat dan stress saat melanda tetapi dia tidak bermain dengan perempuan ,
Raffa lelaki tampan bermata Biru berbanding tebalik dengan berita berita yang menerpanya .
Setelah over hand perkerjaan Daniel menuju ruang kerjanya duduk di seberang Raffa .
" Apa yang ini kau tanya kan , apa hal serius"?. Tanya Daniel dengan alis tertaut .
Raffa mengeluarkan handphone dan menunjukan sebuah rekaman , di situ terlihat seorang gadis dengan susah payah memapah Raffa menuju sebuah kamar VIP.
" Apa kau kenal dengan Gadis di rekaman ini ,. ? Tanya Raffa
" Tentu ,. Dia Luna Angelin .. aku menyuruhnya membantuku memabawamu ke kamar kemarin , kenapa kau menanyakan pegawaiku ",.? Tanya Daniel dengan penasaran .
" Bisa kah kau menjelaskan secara detail yang terjadi malam kemarin" ?
" Kau meminum semua alkohol ku tanpa henti menyebabkan kau pingsan , sebelum pingsan aku bertanya padamu apa aku perlu menelfon Dion atau tidak dan kau menjawab tidak perlu , dan saat kau pingsan aku meminta Luna membantuku karana saat itu Club sedang ramai aku menyurunya membawamu ke lantai atas Club agar kau bisa beristirahat , Itu saja .
" Apa Gadis itu Bekerja hari ini ,.? Tanya Raffa dengan selidik.
" Tidak , aku tidak melihatnya hari ini , Aku dengar dia meminta izin Rara untuk keluar dari Club ,tetapi Rara tidak mengizikanya dan memberikan hak Libur sampai dia siap bekerja kembali ".
" Huufft ,. "Menghela nafas kasar Raffa memijat kepalanya yang sedikit sakit .
" Raffa .. apa kau membuat kesalahan dengan Luna.."? Tanya Daniel
" Ahh .. tidak ..tidak ,tapi bisakah kau memberikan alamat gadis itu kepadaku ,." Raffa dengan cemas
" emm ..Sebentar aku akan mengambilkan berkas pegawai "Daniel ragu memberikan alamat Luna karna bersifat rahasia, saat kemudian Bejalan ke sebuah meja dan membuka sebuah Laci Daniel mencari berkas pegawai dan mengambilnya.
" Ini adalah berkas profil Luna ,, eitts tapi aku butuh alasan kenapa kau meminta alamat Luna ? .. tanya Daniel dengan curiga matanya menyipit ke arah Raffa dan berfikir pasti telah terjadi sesuatu antara mereka berdua .
" Ah tidak. dia berhutang kepadaku "? Jawab Raffa dengan asal.
" Hutang .. yang aku tau luna bukan gadis yang suka meminjam hutang , lagi pula dia harusnya menagih hutang kepadamu karna sudah membantumu ah sudahlah apa kau sudah mencatat alamatnya "? . Tanya Daniel dengan terburu karna dia tidak ingin meninggalkan tempatnya terlalu lama .
" Sudah.. ,ambil ini dan terima kasih ". Dengan cepat Raffa memberikan berkas di tanganya sedikit melempar ke arah Daniel Dan berlari ke keluar Gedung Club .
*****
21.00 : Rumah taman impian
Hujan deras membasahi area Rumah taman impian , Luna ingin bermalas malasan membolak balik kertas materi karna besok sudah hari senin dan dia akan ada ujian akhir sebelum kelulusan , meski kecenderungan Luna memiliki jiwa tangguh dengan banyak kerja part time dia termasuk gadis dengan nilai selalu sempurna meski tanpa belajar banyak .
"Apa aku perlu mencari kerja part time ke dua ku setelah ini ? " yang di fikiranya adalah mencari kerja keduanya setelah Cafe .
*****
Di sisi lain ada sebuah mobil rolls royce terparkir tidak jauh dari area Taman Impian,
Raffa .. meskipun keadaan di luar hujan dengan angin sedikit kencang dia mencari alamat yang sedari tadi di pegang , Dia melihat Rumah dua lantai dengan desain klasik dengan pagar tinggi dan banyak bunga di seberang sana .
Dia melihat ke sebuah kamar yang memancarkan cahaya Lampu menandakan pemiliknya masih terjaga , setidaknya dia sudah tau tempat tinggal Luna saat ini
Menyalakan mesin mobil melaju menuju apartemen dimana dia tinggal , dia akan menyuruh Dion untuk menyelidikinya setelah dia sampai .
** 22.00 : apartemen residence
Raffa menekan tombol dengan nama Dion di telfonnya .
" Dion tolong kau selidiki gadis bernama Luna angelin alexa jangan sampai ada yang terlewat sedikitpun ,aku ingin berkasnya ada padaku besok pagi."
" Baik tuan " Dion sebenarnya sudah mencari informasi detail mengenai Luna sebelum Raffa meminta karna dia akan pasti selangkah di depan mengenai hal yang menyangkut kehidupan Raffa ,dia hanya bisa menghela nafas karna kejadian ini Dion sudah melaporkanya kepada ayah tuan Raffa dan di pasti akan ada tindakan .
Dalam diam Raffa Berfikir logis tentang gadis bernama Luna yang beberapa hari ini masuk dalam otak Raffa
" Ada apa dengan gadis ini kenapa dia tidak mencari tau kebenaran apa yang terjadi tempo hari dan kenapa dia tidak bertindak dan diam saja ". Itulah yang di fikirkan Raffa saat ini kenapa gadis bernama Luna hanya diam tanpa tindakan .
Dengan mata berat Raffa menuju tempat tidur mencoba memejamkan matanya ,meski matanya berat tetapi tubuh dan otaknya tidak selaras membuatnya hanya berguling ke kiri dan ke kanan hingga pagi menjelang .