Insecurity Kairi

1069 Words

​Keheningan yang menyusul pernyataan Lewis terasa lebih berat daripada dentum guntur di luar sana. Kairi merasakan darahnya seolah berhenti mengalir, meninggalkan ujung jemarinya dingin dan mati rasa. Di hadapannya, Lewis berdiri dengan segala keangkuhan warisan darah Takizaki, menatapnya dengan binar yang ia anggap sebagai bentuk perlindungan, namun di mata Kairi, itu adalah vonis mati bagi masa depannya. Gagasan untuk dibawa ke kediaman utama Takizaki—sebuah istana modern yang selama ini hanya ia lihat di majalah bisnis atau tajuk utama berita ekonomi—terasa seperti dipaksa berjalan menuju tiang gantungan yang dilapisi emas. ​"Tidak," suara Kairi keluar dalam bisikan yang bergetar, namun mengandung penolakan yang sangat tajam. "Tidak, Lewis. Aku tidak mau. Aku tidak bisa." ​Alis Lewis

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD