Niat Sang Dosen.

1248 Words

​Satu minggu telah berlalu sejak insiden di lorong perpustakaan itu—sebuah fragmen waktu yang bagi Kairi terasa seperti tarikan napas yang panjang dan menyesakkan. Di permukaan, kehidupan akademisnya berjalan sebagaimana mestinya. Ia tetap menjadi mahasiswi teladan yang duduk di barisan depan, jemarinya lincah menari di atas papan tik laptop, dan suaranya tetap tenang saat menjawab pertanyaan dosen di kelas. Namun, di balik sweater kasmir yang kini menjadi seragam hariannya, ia membawa rahasia yang beratnya melampaui tumpukan buku referensi di perpustakaan. Setiap kali ia melintasi gedung rektorat, ia bisa merasakan tatapan tajam dari lantai tujuh yang seolah menembus dinding kaca, membelai tengkuknya dengan dingin yang posesif, mengingatkannya bahwa ia bukan lagi milik dirinya sendiri. ​

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD