Konfrontasi Emosi.

1098 Words

​Ruangan itu seolah-olah menyusut, dinding-dinding kayu jatinya bergerak mendekat, menghimpit sisa oksigen yang ada hingga Kairi merasa dadanya perih setiap kali ia mencoba menarik napas. Lewis masih berdiri kokoh di belakangnya, sepasang tangannya yang besar kini bertumpu kuat di atas meja kaca hitam, mengurung Kairi dalam sebuah sangkar tak kasat mata yang terbuat dari aroma maskulin dan otoritas yang menghancurkan. Di bawah sorot lampu meja yang temaram, bayangan tubuh Lewis jatuh menutupi tubuh mungil Kairi, sebuah metafora bisu tentang bagaimana pria ini telah menelan seluruh dunianya hanya dalam hitungan jam. ​Kairi memejamkan mata, namun itu tidak membantu. Justru dalam kegelapan di balik kelopak matanya, ia merasakan kehadiran Lewis menjadi sepuluh kali lipat lebih intens. Ia bisa

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD