Interogasi Kedua

1142 Words

​Hening yang tercipta setelah pertanyaan tajam Lewis terasa begitu padat, seolah-olah udara di dalam ruangan itu telah membeku menjadi kristal-kristal es yang siap menyayat siapa pun yang berani bergerak. Kairi masih terduduk kaku, jemarinya terkunci erat pada tumpukan kertas skripsi yang kini mulai terasa sangat berat di pangkuannya. Ia bisa merasakan kehadiran Lewis yang berdiri sangat dekat di sampingnya, sebuah siluet gelap yang memancarkan panas tubuh dan otoritas yang tak terbantahkan. Aroma kayu cendana bercampur wangi kopi pahit dari tubuh pria itu kini menguasai seluruh indra penciumannya, membuatnya merasa semakin pening dan kehilangan pijakan pada realitas. ​Lewis tidak segera menunggu jawaban verbal dari bibir Kairi yang pucat. Ia justru melangkah satu tapak lagi, memutar posi

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD