Hallo guys,maafkan kalo di eps awal-awal kisah Marchell dan Miranda belum muncul sebelum terungkapnya pengkhianatan Edward terbongkar, but aku ga mau ntar ceritanya jadi berlika liku ga jelas soalnya aku suka bingung sendiri hehe:)
Ditunggu dan jangan bosan ya buat nunggu eps selanjutnya:)
"Masuk!"ucap edward mendengarkan ketukan pintu.
"Permisi tuan."balas salah satu tangan kanan edward.
"Ya,ada apa?"
"Begini tuan,kemarin anggota divisi domenic mengabarkan kalau tugas yang anda berikan gagal."jelasnya.
Brak!
Edward memukul meja kerjanya.
"Bagaimana bisa gagal?"teriaknya.
"Aku sudah memberikan tawaran yang luar biasa tapi mereka tidak becus menjalankannya!"lanjutnya kembali.
"Dan tuan Lee sudah habis ditangan divisi markel,sampai sekarang anggota divisi domenic mencari tau tapi setelah mendapat kabar kalau tuan Lee sudah tidak ada tuan."jelas gred kembali,asisten edward.
"b******k! Kenapa mereka semua terlalu bodoh!"umpat edward
"Dan kamu! Cepat atur pertemuan dengan divisi moganta dan jangan lupa siapkan juga tawaran yang bagus untuk bekerja sama dengannya!"perintahnya kembali.
"Baik tuan,saya permisi keluar."ucap gred dan keluar dari ruangan edward.
Ya Edward williana,pemilik perusahaan 'William'z group'.Edward williana baru saja mengetahui kalau tim domenic yang bekerja sama dengannya gagal menjalankan misi yang edward berikan.
Tak tau murkanya seperti apa sekarang setelah mengetahui kalau tim domenic gagal menjalankan misi yang ia berikan,pasalnya edward memberikan misi itu untuk bisa menghancurkan perusahaan 'Anderson Group' yang dipimpin oleh Marchell Anderson.Tetapi erdward tidak akan tinggal diam dengan kekalahannya ini sebelum ia berhasil menghancurkan perusahaan 'Anderson Group' atau bisa mungkin ia akan melenyapkan pemimpin juga Marchell Anderson. (Sungguh kejamnya dirimu Edward Williana.)
"Aku sudah sangat mudah melenyapkan keluarga Andra Affaro dan kini giliran keluarga Thomas Anderson,aku tak suka ada perusahaan yang berani mengambil posisi ku sebagai perusahaan ternama didunia ini."gumam edward sendiri.
***
"Nona miranda,bisa kau datang ke ruanganku?"pinta luke dipanggilan itu.
"Tentu tuan,saya akan segera datang."balas miranda.
Tut! Tut! Tut.
Miranda mengakhiri panggilannya dengan luke dan segara masuk ke ruangan luke yang tak jauh dari meja Miranda.
"Apalagi sekarang? Apa dia mau memintaku untuk diam diruangannya seperti minggu kemarin?"
"Arghh... dasar iblis sialan memang."umpat miranda sendiri.
Tok! Tok! Tok!
"Masuk!"jawab luke didalam ruangannya.
Miranda segera membuka pintu dan masuk ke ruangan luke,miranda berdiri tepat didepan meja kerja luke.
"Ya tuan,ada yang bisa saya bantu?"
"Hmm...begini nona miranda,aku ingin bertanya."
"Bagaimana kau bisa bersama marchell waktu diclub minggu lalu? Ahh iya aku ingin menanyakan ini dari kemarin tapi aku sangat sibuk jadi aku bisa menanyakannya sekarang denganmu."tanya luke.
'Apa-apaan ini? Kenapa dia sangat suka mengurus kehidupan orang? Apa dia masih kurang kerjaan dia memintaku datang kemari hanya untuk menanyakan hal itu? Arggh... dasar iblis sialan!' Batin miranda mengumpati luke.
"Ouh be- be-gini tuan,kemarin saya tidak sengaja bertemu dengannya karna kebetulan saya sedang tidak ada teman jadi saya bergabung dengannya tuan."jelas miranda berbohong daripada ia harus mengatakan jika itu tantangan dari bella,bisa-bisa luke semakin penasaran dengan hal itu.
Luke menjawab ber oh ria dan mengagguk-anggukan kepalanya.
"Begitu rupanya."katanya lagi.
"Kalau tidak ada lagi yang ingin anda tanyakan,saya permisi keluar tuan."tanya miranda untuk izin keluar.
"Baiklah kau bisa keluar sekarang."ucap luke dan dianggukan oleh miranda lalu keluar dari ruangan luke.
'Ouh sungguh iblis menyebalkan! Ingin rasanya aku membunuhmu sekarang!'batin miranda kesal sebelum keluar dari ruangan luke.
Sesampai dimejanya miranda duduk kembali dan masih sibuk memikirkan tentang pertanyaan luke tadi tak hanya itu bahkan miranda ber-guman sendiri dari tadi.
"Apa maksudnya bertanya itu?"
"Atau dia hanya ingin bertanya saja? Tapi kan tidak mungkin kalau hanya ingin bertanya nyatanya ia masih mengingat kejadian yang seminggu kemarin lalu dia masih mengingatnya sekarang dan itu artinya dia memikirkannya dari kemarin."
"Ahh bodoh,tapi aku tidak tau tujuan si iblis itu bertanya atau nanti aku tanya saja pada kak kelvin pasti ia tau tentang luke dengan laki-laki kemarin itu."gumam miranda dengan pikirannya yang masih masih sangat penasaran dengan pertanyaan luke.Sebenarnya ia tak mau ambil pusing seperti ini tapi bisa saja ini menyangkut dengan kematian papa nya kan.
"Ahh ngomong-ngomong kak kelvin tidak pernah mengabariku dari kemarin,apa dia sibuk ya? Atau jangan-jangan dia menikah diam-diam tanpa sepengetahuanku? Ohh tidak-tidak itu jangan sampai benar kalau benar itu terjadi aku akan mencakar wajahnya itu." Gumam miranda kembali setelah mengingat kalau kakaknya tak pernah mengabari atau bertemu dari seminggu yang lalu dan terakhir ia bertemu saat dicafe X waktu itu.
"Aku akan menghubunginya nanti setelah aku pulang kerja."lanjutnya kembali dan langsung melanjutkan pekerjaannya yang sudah menunggu.Memang monolog miranda parah bener ya hehe.
Hallo guys,thankyou yang masih setia nungguin lanjutan eps ceritaku yang super ngebo-senin ini hehe tapi kalian jangan bosen baca dan nungguin ya hehe:)
Don't forget support my story,thankyou and byeee next eps.