"Tuan hari ini kita ada pertemuan dengan 'divisi moganta' angakatan 1 tuan."lapor kelvin pada marchell.
"Baik,siapkan semua berkasnya."balas marchell dengan perintah mempersiapkan berkasnya dan dibalas anggukan kelvin lalu meninggalkan ruangan kerja marchell.
'Divisi Moganta' 'merupakan kelompok Mafia dari negara Amerika yang akan bertemu dengan 'Divisi Markel' yang merupakan kelompok yang dipimpin oleh Marchell.Hari ini kedua kelompok itu akan bertemu dan langsung membahas dunia penyeludupan atau misi ILEGAL dengan beberapa kelompok yang tentunya juga Kelompok Mafia.
----
"Halo tuan Marchell Anderson."sapa seseorang pada marchell.
"Halo tuan Garmen Pibalo."balas marchell pada seseorang yang merupakan ketua kelompok mafia yang bernama Garmen Pibalo.
"Bagaimana kalau kita langsung saja membahasnya tuan? Jika anda mungkin masih banyak urusan,saya tidak mau membuang waktu penting anda."tanya garmen pada marchell dan dibalas anggukan oleh marchell,sampai akhirnya mereka membahas beberapa bisnis yang akan mereka jalani dalam waktu satu minggu yang akan datang ini hingga selesei.
"Baik tuan,terimakasih anda bisa menyempatkan diri untuk mau membahas rencana bisnis kita ini."ucap garmen.
"Tentu saja aku mau,jika itu tidak menguntungkan untukku untuk apa aku harus repot membuang waktu untuk datang dan membahas ini."balas marchell datar.
"Baik tuan,sekali lagi terimakasih tuan."balas garmen kembali dan dibalas anggukan singkat marchell dan langsung meninggalkan tempat itu.
"Kau begitu baik tuan Marchell Anderson,aku tidak akan membuatmu kecewa dengan perjanjian bisnis kita ini."gumam garmen sendiri dengan pikiran yang menuju pada marchell seakan teringat pada marchell yang begitu baik padanya.
"Untuk menemukan pengkhianat seperti itu sangat mudah untukku."gumamnya kembali.
***
Saat ini miranda sudah memulai bekerja dikantor 'Williana'z group" yang dipimpin oleh putra Edward Williana bukan lain lagi Luke Williana dan sudah tahukan miranda sebagai sekertaris pribadi Luke,mungkin ini awal cerita yang sedikit menguras emosi dan tentunya kesabaran hehe.
Ruangan Luke Williana.
"Iya halo tuan"
"------------"
"Baik tuan,saya segera datang" ucap miranda dan menutup panggilannya,dan berjalan menuju ruangan Luke
Tok! Tok! Tok!
"Masuk!"balas luke.
Ceklek
"Ada yang bisa saya bantu tuan?"tanya miranda.
Luke menatap miranda dengan dalam,lalu bangun dari kursi kerjanya dan sedikit berjalan mendekati miranda dengan masih menatapnya.
"A-ada apa tuan?"tanya miranda kembali dengan sedikit gugup karna menyadari luke mendekatinya.
"Hmm...aku hanya ingin melihatmu saja,apa kau bisa menemani aku disini dulu dan untuk masalah pekerjaanmu akan aku serahkan pada lisa."jawab luke dan meminta miranda untuk menemaninya disana.
"Tapi maaf tuan,saya rasa itu tidak adil karna lisa yang mengambil alih pekerjaan saya yang harusnya saya kerjakan sendiri."protes miranda dengan hati-hati dan tak ingin atasannya itu tersinggung.
Luke menatap miranda kembali dan sedikit menarik sudut bibirnya. "kenapa tidak adil? Saya yang memberikanmu pekerjaan dan saya yang bisa menentukan pada siapa saja saya akan memberikan pekerjaan itu."jawab luke santai dengan wajah datarnya kembali.
"Baik tuan saya tidak akan menolak."jawab miranda lirih dan sedikit menunduk karna ia tak bisa menolak permintaan atasannya itu.
"Kalau begitu duduk disofa itu dan jangan keluar sebelum saya yang menyuruhmu."perintah luke pada miranda.
"Baik tuan."jawab miranda dan berjalan menuju sofa yang ditunjukkan oleh luke.
"Apa dia sudah gila? Untuk apa aku bekerja sebagai asisten pribadinya kalau aku harus duduk menemaninya diruangannya ini"gumam batin miranda.
Dan luke kembali pada mejanya dan melanjutkan pekerjaannya dan berkutat pada laptopnya dengan sesekali melirik miranda yang masih duduk membaca majalah bisnis yang ada dimeja itu.
"Apa kau bosan?"tanya luke tiba-tiba.
Miranda yang mendengar luke bertanya dan segera melepaskan majalah itu."e-e tidak tuan."jawab miranda cepat dan sedikit gugup.
"Ini sudah jam istirahat dan makan siang,ayo bersiap ikut saya keluar untuk makan siang."perintah luke dengan menatap jam ditangannya tanpa melihat miranda.
"Baik tuan,saya permisi untuk ke toilet tuan."ucap miranda dan dibalas anggukan oleh luke.Setelah mendapat jawaban dari luke miranda langsung berjalan menuju toilet.
"Arrgghh...rasanya aku ingin berteriak diruangannya yang se-enaknya saja menyuruhku untuk duduk tenang tanpa melakukan apapun.Dasar keturunan iblis tak punya hati."gumam miranda frustasi sendiri ditoilet.
"Aku harus memberitahu ini pada kakak"lanjutnya kembali dan mengambil ponsel lalu menghubungi kelvin.
"Ada apa miranda? Kau baik-baik saja kan?"tanya kelvin setelah panggilan itu terhubung.
"Ya aku baik-baik saja,tapi yang tidak baik-baik itu putra iblis itu."jawab miranda kesal.
"Haha...kau kenapa? Apa dia menyakitimu hm?"tanya kelvin dengan tertawa.
"Ahh kau ini,dia memanggilku ke ruangannya untuk menemaninya bekerja sedangkan aku hanya duduk tanpa melakukan apapun bagaimana aku bisa bertahan dan untuk apa aku melamar pekerjaan disini kalau ujungnya aku akan duduk santai diruangannya,bisa-bisa aku gila terus melihat wajah keturunan iblis itu."jelas miranda panjang.
"Ya ya aku mengerti,sebaiknya kau harus lebih bersabar sedikit ya.Ingat tujuan awal kita."jawab kelvin dengan sedikit peringatan pada miranda.
"Hufft baiklah."jawab miranda pasrah
Tut! Tut! Tut!
Miranda mengakhiri panggilan itu tanpa menunggu jawaban kelvin.
Setelah itu miranda kembali dan langsung menuju restaurant biasanya yang didatangi luke dan melanjutkan dengan makan siang tak lupa juga dengan langsung melakukan meeting ditempang itu karna miranda sudah mengatur itu dan langsung melanjutkan meeting sampai selesei dan kembali ke kantor lalu melanjutkan pekerjaan yang sudah tertinggal karna luke memintanya untuk menemaninnta diruangannya tadi.
Hallo guys,maaf ya jarang post karna aku banyak tugas and anakku yang sangat rewel.tapi tenang aku akan tetap melanjutkan cerita ini dan ceritanya akan panjang karna peran yang menarik.
Thankyou and support my story.