"Tuan,saya permisi pulang lebih dahulu."pamit miranda pada luke.
"Hmm! Nona miranda,apa kau mau menunggu ku 10 menit lagi? Kita bisa pulang bersama?"
"Tapi maaf tuan,saya bawa mobil sendiri"jawab miranda.
"Oh begitu,ya sudah kau bisa pulang sekarang."
"Terimakasih tuan,saya permisi"pamit miranda dan dibalas anggukan kecil oleh luke,lalu miranda berjalan keluar dari ruangan luke dan langsung masuk ke mobilnya untuk pulang ke apartemennya.
----
"Aku ingin sekali mendapatimu miranda,tapi rasanya kau begitu sulit untuk didapati."
"But no problem miranda,bukan Luke Williana namanya kalau untuk mendapatimu saja aku tak mampu."gumam luke sendiri setelah miranda pergi meninggalkan sendiri diruangannya.
***
"Permisi tuan,tuan evans ingin menemui anda diluar."ucap kelvin pada marchell.
"Suruh dia masuk."balas marchell.
"Baik tuan."dan kelvin langsung keluar dan mempersilahkan evans untuk masuk ke ruangan marchell.
"Halo dude."sapa evans yang baru masuk pada marchell.
Marchell mengerutkan dahinya."apa yang membuatmu datang kemari?"
"Aku hanya ingin mengajakmu ke club brother"ajak evans.
"Ke club?"tanya marchell dengan sedikit menautkan alisnya.
"Ayolah marchell aku sedang tidak ingin menggunakan bahasa formal saat ini untuk menawarkanmu wanita-wanita disana."protes evans.
"Baiklah"sahut marchell pasrah.
Marchell dan evans langsung menuju club yang biasa ia datangi.
Club X.
"Bagaimana misimu?"
"Divisi moganta sedang ku beri tugas untuk mencari info tentang divisi domenic yang bekerja sama dengan penghkianat itu."
"Begitu rupanya."
"Sekarang biarkan dia menikmati waktu bermainnya dulu dan setelah itu baru dia akan mendapatkan balasannya."
"Haha...kau sudah kecanduan bermain marchell."
"Ku rasa begitu"jawab marchell dan sesekali menyesap minumannya.
---
"Miranda kau ingat janjimu?"tanya bella pada panggilan yang kini terhubung dengan miranda.
"Tentu saja aku ingat,apa kau ingin mengajakku ke club malam ini?"
"Iya,bersiap-siaplah aku akan menjemputmu 10 menit lagi."
"Baiklah."jawab miranda dan langsung mengakhiri panggilan itu lalu bergegas untuk bersiap-siap.
Tak lama kemudian bella datang dan miranda langsung masuk ke dalam mobil bella lalu melajukan mobilnya menuju club x.
"Aku ingin menantangmu miranda,jika kau bisa menghabiskan minuman ini dan bisa bertahan tanpa mabuk,aku akan menaktirmu ke mall kau bebas bisa belanja berapapun dan akan membeli apapun yang kau mau,tapi kalau kau mabuk kau harus bisa menggoda salah satu laki-laki disini hingga ia tergoda padamu."seru bella pada miranda.
" Pppffft..."
"Haha...kau ini seperti anak kecil yang ingin mengajakku bermain,kau menantangku dengan hal konyol seperti itu."tawa miranda lepas yang tak percaya dengan bella mau menantangnya dengan hal konyol seperti itu.
"Ayolah miranda,jangan katakan jika kau tak mampu."ejek bella.
"Baiklah-baiklah,aku menerima tantanganmu karna aku tak mau kau mengejekku."pasrah miranda menerima tantangan dari bella,dan langsung meminum minumannya.
Setelah beberapa menit kemudian,miranda sudah terlihat sedikit merancau namun masih setengah sadar,sedangkan bella bahkan ia masih sangat sadar seperti tidak sedang meminum minumannya.Tentu saja ia masih sadar karna bella sedikit bermain curang tanpa ditau miranda.
"Apa kau masih mau melanjutkannya miranda? Kudengar kau sudah merancau."tanya bella yang sedikit mengejek.
"Baiklah aku menyerah dan aku kalah,karna aku sedikit lelah hari ini."jawab miranda terdengar pasrah.
"Aku sudah memilihkanmu salah satu laki-laki disini dan tentunya dia tampan,kau harus bisa menggodanya."jawab bella.
Miranda memutar matanya malas,tentu saja ia sedikit kesal karna akhirnya dia harus menggoda laki-laki diclub itu.
"Itu dia yang berbaju warna hitam,kau harus mendatanginya dan harus menggodannya."tunjut bella pada dua orang laki-laki yang sedang asik menikmati minumannya namun bella sudah menujukkan dengan laki-laki yang memakai baju berwarna hitam.
"Baiklah."jawab miranda malas dan langsung berjalan menuju laki-laki itu.
Bella yang melihat itu tentu saja ia senang karna laki-laki yang akan miranda goda kakak Bella,yaitu Marchell Anderson Ketua Mafia yang terkenal kejam,apa miranda bisa menggoda seorang mafia yang begitu kejam?"
Setelah sampai tepat disamping Marchell,miranda langsung menyapanya namun ia belum melihat wajah marchell yang akan ia goda."hai apa aku bisa menemanimu disini?"
Marchell yang mendengar itu langsung menoleh ke sampingnya dan melihat miranda dengan bingung karna ia berfikir pernah bertemu dengan miranda dimana tak lama kemudia ia mengingat kalau miranda pernah membantunya mengeluarkan peluru yang ada dilengannya waktu lalu.
Marchell menapnya datar lalu berkata."tentu saja."
"Baiklah aku akan duduk disampingmu."jawab miranda langsung mendudukan dirinya disamping marchell.
Evans yang melihat itu hanya bisa terdiam tanpa mau mengeluarkan sedikit kata apapun,ia takut jika marchell marah karna miranda berani menggoda ketua mafia yang kejam ini.
'Semoga nasibmu baik-baik saja'batin evans.
Kini miranda sedang mencoba memberanikan diri untuk menggoda marchell sang ketua mafia yang kejam itu,namun alih-alih bukannya tergoda justru marchell menatapnya sinis karna ia tau miranda setengah sadar rupanya.
'Dasar wanita nakal,beraninya kau menggodaku!'
Tak lama kemudian,tiba-tiba sebuah tangan kekar menarik tangan mungil miranda hingga ia meringis karna tak seimbang dengan kekuatannya.
"Ssstt..hei apa-apaan ka-."ucap miranda terpotong.
"Tuan Luke?" Hm... Maaf tuan kukira siapa tadi yang menarikku."
"Sedang apa kau disini nona miranda?"tanya luke dengan tatapan tajam.
"Ouh... sepertinya kau sedang digoda oleh pria itu."tanya luke mengejek dengan menunjuk marchell yang diam tanpa mau melihatnya.
"Ayo pergi dari sini,kau hanya boleh denganku karna aku boss mu!"jelas luke.
Marchell yang mendengar perkataan luke ia terkekeh. "Kau melarang dia hanya karna ia bawahanmu? Sekarang bukan jam kerjanya kan? Jadi dia bebas akan dekat dengan siapa saja."tanya marchell tapi tak tinggal diam,ia menarik tangan miranda kembali padanya.
"Apa urusanmu?"tanya luke kembali.
"Dia wanitaku! Jadi harus denganku."jawab marchell.
"Oh tuhan! Selamatkan aku dari kedua lelaki iblis ini" batin miranda yang sedikit takut dengan tampang marchell dan luke.
"Cih! Dia sekertaris pribadiku,jadi bisa kapan saja aku membutuhkannya."ucap luke kembali menarik tangan mungil miranda,miranda hanya bisa diam menatap kedua lelaki yang memperebutkannya.
"Sial! Peperangan pasti akan terjadi"batin evans yang sedari tadi melihat marchell dan luke saling bertatapan tajam.
"Hei hei ,dia ini temanku! Kenapa kalian rebutkan hah?"bella yang datang langsung menarik miranda.
"Disini itu banyak wanita kenapa kau jadi merebutkan satu wanita hah?"lanjut bella.
Marchell yang melihat bella langsung menatapnya tajam,namun yang ditatap hanya bisa tersenyum manis seakan mengerti kalau marchell pasti akan marah padanya.
"Ya sudah kalian bisa melanjutkan obrolan yang hangat itu lagi"sindir bella lalu pergi bersama miranda dan meninggal kan lelaki itu.
Marchell dan luke memang bermusuhan,bahkan meraka pernah saling berperang nyawa dan hingga sekarang mereka masih bermusuhan entah karna apa dan akan sampai kapan.
Hallo guys,maaf ya aku updatenya kurang jelas karna belum aku edit ulang And thankyou yang udah baca.Ditunggu ya eps selanjutnya.Byeeee