Titt-titt-titt. Ceklek. Mata Arya membelalak sempurna. Tubuhnya yang sebesar raksasa langsung menegang kaku. Seseorang baru saja memasukkan password dan membuka pintu penthouse dari luar! Terdengar langkah kaki pria yang melangkah masuk dan berjalan mendekat ke arah lorong kamar utama. "A-astaghfirullah! Mbak! Itu siapa, Mbak?!" Arya panik brutal. Otak polosnya langsung merangkai skenario sinetron azab. "Pak Reza balik lagi bawa preman mau bacok saya?! Atau rentenir ibu kota?!" Dengan gerakan secepat ninja, Arya melompat dari tepi ranjang, menyambar kemoceng bulu ayam yang tadi ia geletakkan di lantai, lalu memasang kuda-kuda silat pamungkas andalan kampungnya. "Mbak sembunyi di belakang saya, Mbak! Biar saya yang hadapin premannya!" seru Arya dengan suara baritonnya yang menggelegar,

