"Coba tunjukin ke aku... kalau emang kamu penjinak macan betina." Bisikan Sekar yang berhembus tepat di depan bibir Arya itu seolah menjadi mantra pemanggil iblis. Di ruang tamu penthouse yang temaram, waktu seakan berhenti berdetak. Arya Kusuma mematung. Otaknya yang biasa butuh waktu lama untuk memproses sinyal, mendadak loading dengan kecepatan cahaya. Tantangan itu telak menghantam harga diri kelelakiannya. Sebagai pria tulen asal Sukorejo yang terbiasa menaklukkan kerbau ngamuk di sawah dan memanjat pohon kelapa licin saat hujan, ditantang oleh seorang wanita cantik dalam jarak kurang dari satu sentimeter adalah sebuah penghinaan terhadap insting alpha male-nya. Wah, ini perempuan satu emang minta dikasih paham, batin Arya. Rahangnya yang tegas mengeras seketika. Darahnya yang sed

