029

738 Words

Alex merasa sangat senang karena usahanya kali ini akhirnya berhasil. Ia bisa kembali menelpon ibunya setelah sekian lama. Namun di balik rasa senang itu, Alex masih ragu untuk mulai berbicara. Tangannya sedikit gemetar, dadanya terasa sesak. Belum sempat ia berkata apa-apa, suara ibunya terdengar lebih dulu dari seberang telepon. “Alex… apakah itu kamu, Nak? Apakah kamu ada di panggilan ini?” Alex yang benar-benar merindukan suara ibunya langsung menelan ludah dan menjawab dengan suara bergetar, “Ibu… apakah ibu baik-baik saja?” Begitu mendengar suara Alex, air mata ibunya langsung menetes tanpa bisa ditahan. Sudah bertahun-tahun mereka tidak bertemu dan tidak berbicara dengan tenang seperti ini. Alex yang mendengar suara tangis ibunya segera mencoba menenangkan, “Aku baik-baik saja

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD