24

1016 Words

Irawan Lander dan orang kepercayaannya memasuki sebuah restoran. Setelah sekian lama, dia barulah berani muncul di hadapan perempuan itu. "Pak Irawan." Orang kepercayaannya, memperhatikan Irawan yang tampak gelisah. Mereka menyapu ruangan dengan mata, namun tidak menemukan sosok yang dicari. "Apa bapak ingin makan?" Mahesa bertanya pada bosnya, saat mereka telah menemukan meja untuk duduk. "Pesankan saja apapun yang kau mau, tujuanku datang ke sini bukan untuk makan atau minum." Irawan menjawab. " Baik, Pak, saya mengerti." Mahesa melihat-lihat menu dan memanggil seorang gadis. Risa datang menghampiri mereka. "Selamat pagi, Pak, ingin memesan apa?" "Apa benar gadis bernama Aurora bekerja di sini?" Pertanyaan itu mendadak ditanyakan oleh Irawan. Dia mengerutkan kening sejenak. "Iy

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD