20

1313 Words

Daru dan Aurora duduk bersebelahan di kantor polisi. Aurora melirik ke arah Daru, selama ini dari selalu tenang. Pembawaannya juga kalem dan bersahaja. Tetapi sekalinya dia emosi, dia memukuli seseorang hingga babak belur. "Nama?" Polisi bertanya pada Daru dan Aurora. "Daru." "Daru apa?" Daru menggelengkan kepalanya, "Daru Henanda." "Henanda? Henanda yang itu?" Polisi bertanya. Aurora bingung apa maksudnya dengan Henanda yang itu. "Bukan, hanya namanya saja kebetulan sama." Daru menjawab. "Adik?" Dia bertanya pada Aurora. "Aurora Thalissa." Polisi menanyakan hal yang sama pada ketiga pemuda yang berada di cafe tadi, dengan berapi-api dia menceritakan dan berkata serta mengancam Daru, dia akan memperkarakan ini sampai jalur persidangan. Tapi Daru terlihat tenang, sementara Aurora

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD